Rahasia Bangunan Liar di Klaten Terungkap: Warung Soto, Obat Kuat, hingga Kondom
February 03, 2026 07:14 PM

 

 

Klaten Tribunjogja.com --- Suasana Dukuh Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten, mendadak ramai pada Selasa (3/2/2026) siang. 

Satpol PP Kabupaten Klaten bersama tim gabungan datang dengan satu tujuan: merobohkan sebuah bangunan liar yang sudah lama jadi sorotan warga.

Bangunan itu, dari luar, tampak sederhana. 

Plang warung soto dan es teh masih terpajang, seolah ingin meyakinkan orang bahwa tempat itu hanyalah warung biasa. 

Namun, begitu proses pembongkaran dimulai, fakta lain muncul. 

Kondom, obat kuat, dan sejumlah barang yang tak lazim ditemukan di warung makan, berserakan di dalam.

Dugaan praktik prostitusi pun makin kuat.

“Bangunan ini diindikasikan digunakan untuk kegiatan prostitusi. Saat dibongkar, ditemukan banyak alat kontrasepsi dan obat kuat,” ujar Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan dikutip dari Tribunsolo. 

• Cerita Warung Joglo Mbah Gelung Borobudur Jual Nasi Sate Gulai Rp10.000

Lima Bilik Kamar

DIBONGKAR - Bangunan liar yang diduga warung berkedok lokalisasi dibongkar Satpol PP Kabupaten Klaten, Selasa (3/2/2026). Selama ini bangunan tersebut menggunakan kedok warung yang menjajakan soto dan es teh. (Tribun Jogja/TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Bangunan itu hanya satu, tapi di dalamnya terdapat lima bilik kamar. 

Kondisinya kumuh, gelap, dan jauh dari kata layak. 

Menurut Joko, bangunan tersebut sudah berdiri lebih dari lima tahun. 

Peringatan demi peringatan telah dilayangkan, namun tak pernah diindahkan. 

Hingga akhirnya, pembongkaran paksa dilakukan.

Penertiban ini bukan sekadar aksi roboh bangunan. 

Ada dasar hukum yang jelas: Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). 

“Sudah beberapa kali kami ingatkan, dan hari ini dilakukan pembongkaran secara paksa,” tegas Joko.

Di sisi lain, keresahan warga menjadi alasan kuat. 

Camat Kebonarum, I Nyoman Gunadika, mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar sudah lama mengeluhkan aktivitas mencurigakan di bangunan tersebut. 

Awalnya memang warung makan, tapi belakangan aktivitas di dalamnya menyimpang jauh dari usaha awal. 

“Kami sudah melakukan pendekatan dan mengingatkan agar tidak melakukan kegiatan di luar jual makanan. Aduan masyarakat terus masuk dan bukti-bukti juga sudah cukup,” katanya.

Warga sekitar menyebut, lalu-lalang orang asing ke bangunan itu terasa janggal. 

Siang sepi, malam justru ramai. Aroma warung makan hanya jadi kedok. Di balik bilik-bilik sempit, aktivitas lain berlangsung.

Kini, bangunan itu sudah rata dengan tanah. 

Satpol PP bersama Polres Klaten, pemerintah desa, dan kecamatan menertibkan dengan alasan jelas: melanggar aturan sekaligus meresahkan warga.

Pembongkaran ini menjadi pengingat bahwa ruang publik tak boleh dibiarkan disalahgunakan. 

Warung yang mestinya jadi tempat singgah warga, berubah jadi lokasi yang menodai ketertiban.

Dan ketika warga bersuara, pemerintah turun tangan.

Di Geneng, hari itu, bukan hanya bangunan yang roboh. Harapan warga untuk kembali hidup tenang pun ikut ditegakkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.