Pedagang Dilarang Berjualan di Bahu Jalan, Satpol PP Tana Tidung Tekankan Risiko Keselamatan
February 03, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG- Satpol PP Tana Tidung mengingatkan pedagang agar tidak memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi berjualan. Hal ini dikarenakan bahu jalan bukan diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan TribunKaltara.com sejak beberapa waktu belakangan terlihat cukup banyak pedagang musiman khususnya buah yang berjualan di bahu jalan. Tentu ini menjadi perhatian karena dapat menggangu aktivitas pengguna jalan belum lagi melihat kondisi luas jalanan di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara, yang lebih sempit dibandingkan daerah lainnya.

Plt Kepala Satpol PP Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengatakan kepada TribunKaltara.com secara fungsi, bahu jalan seharusnya bebas dari aktivitas jual beli.  Idealnya, pedagang diarahkan ke lokasi khusus yang memang disiapkan pemerintah agar tidak mengganggu akses dan keselamatan lalu lintas.

“Sebenarnya fungsi dari bahu jalan itu bukan untuk pedagang. Idealnya memang ada tempat yang kita siapkan untuk bisa melokalisir pedagang-pedagang itu,” ujar Arief, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Satpol PP Tana Tidung Kaltara Larang Aktivitas Jualan di Trotoar dan Bahu Jalan: Harus saling jaga

Arief Prasetiawan, menjelaskan, pedagang yang memanfaatkan bahu jalan umumnya bersifat musiman, seperti pada musim buah yang tengah berlangsung saat ini, sehingga keberadaannya tidak setiap hari.

“Kalau mereka itu sifatnya musiman, misalnya pas musim buah seperti sekarang ini, baru mereka muncul. Tidak setiap hari sebenarnya,” katanya.

Meski demikian, Satpol PP tetap berupaya melakukan penertiban dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak berjualan di bahu jalan, meskipun dampaknya di wilayah Kabupaten Tana Tidung dinilai belum terlalu signifikan.

“Kami tetap berupaya menertibkan dan menghimbau masyarakat supaya setidaknya tidak berjualan di bahu jalan,” ujarnya.

Ia mengakui, sebagai daerah dengan wilayah yang relatif kecil, aktivitas jual beli di bahu jalan di KTT mungkin belum terlihat berdampak besar. 

Baca juga: Plt Kasat Pol PP Tana Tidung Tegaskan Larangan Berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan

Namun menurutnya, hal tersebut tidak boleh disepelekan karena bisa berdampak pada keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Memang KTT ini wilayahnya kecil jadi dampaknya tidak terlalu kelihatan signifikan, tapi ini tidak boleh kita sepelekan,” tegas Arief.

Arief menekankan, masyarakat perlu memahami bahwa bahu jalan diperuntukkan bagi kepentingan lalu lintas, baik pejalan kaki maupun kendaraan, bukan untuk aktivitas ekonomi.

“Bahu jalan ini kepentingannya bukan untuk penjual, tapi untuk berjalan kaki dan kendaraan. Risikonya juga cukup tinggi, apalagi kalau orang berhenti di tengah jalan, akses kendaraan jadi terbatas dan potensi kecelakaan bisa terjadi,” jelasnya.

Untuk meminimalisir risiko tersebut, Satpol PP Tana Tidung secara rutin melakukan patroli ke sejumlah lokasi yang kerap digunakan pedagang berjualan di bahu jalan.

ARIEF PRASETIAWAN- Plt Kepala Satpol PP Tana Tidung, Arief Prasetiawan saat ditemui di kantornya Jl Trans Kaltara, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara,
ARIEF PRASETIAWAN- Plt Kepala Satpol PP Tana Tidung, Arief Prasetiawan saat ditemui di kantornya Jl Trans Kaltara, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, (TribunKaltara.com/Rismayanti)

“Teman-teman Satpol PP Tana Tidung ada jadwal rutin patroli ke beberapa lokasi yang memang sering digunakan berjualan di bahu jalan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan dan mengarahkan pedagang ke tempat yang dinilai lebih aman dan memungkinkan untuk berjualan tanpa mengganggu lalu lintas.

“Kami imbau ke tempat yang lebih aman, yang lebih memungkinkan, tidak seperti sekarang yang banyak di jalan,” ujarnya.

Arief menegaskan, upaya yang dilakukan Satpol PP tidak semata-mata penindakan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya aspek keselamatan.

“Kami mencoba mengedukasi bahwa keselamatan itu juga penting, tidak hanya berbicara soal ekonomi. Ini menyangkut keselamatan orang banyak, bukan hanya pribadi mereka,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.