TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Ngada - BR (11) meninggalkan sepucuk surat yang ditulis tangan sebelum dirinya mengakhiri hidup di pohon cengkeh. Surat itu ditujukan untuk sang ibu.
Insiden tragis siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu mengakhiri hidup pada Kamis (29/1/2026) siang.
Saat mengevakuasi korban, warga menemukan sebuah pesan tertulis dalam kertas berwarna putih. Berikut isi suratnya dikutip dari TribunFlores, Selasa (3/2/2026).
Surat untuk Mama. Dalam selembar surat yang ditulis menggunakan bahasa daerah (bahasa Bajawa).
Kertas Ti'i Mama Reti", Mama galo Ze'e. Mama Molo, Galo Ja'o Mata, Mama Ma'e Rita ee Mama
Baca juga: Tak Ada Tanda-tanda Akhiri Hidup, Kematian Evia Maria Penuh Kejanggalan
Mamo Galo Ja'o Mata, Ma'e Woe Rita Ne Gae Nga'o ee. MOLO MAMA
Menurut sumber warga asli Bajawa, isi surat itu adalah:
Kertas untuk mama Reti, Mama terlalu kikir, Mama baik sudah, saya kalau mati jangan sampai menangis ee mama.
Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee. Baik sudah mama.
Korban ditemukan tak bernyawa lengkap dengan baju olahraga berwarna merah yang dia kenakan.
Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino melalui Kasi Humas Ipda Benediktus R. Pissort menyampaikan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan para saksi serta berkoordinasi dengan pihak keluarga guna penanganan lebih lanjut.
Ipda Benediktus juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anak, khususnya di lingkungan keluarga dan sekolah.
Ia meminta agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan indikasi permasalahan yang memerlukan pendampingan.
“Atas peristiwa ini, Polres Ngada turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” ujar Ipda Benediktus.
Sempat Minta Belikan Buku
Melansir Kompas, Lipus Djio (47) yang merupakan warga setempat menuturkan, korban adalah anak yang kurang kasih sayang orangtua.
Ayah korban meninggal dunia pada saat korban masih dalam kandungan. Ayah korban merupakan suami ketiga dari ibunya. Ibunya menafkahi lima anak, termasuk korban.
Kondisi itulah yang membuat korban memilih tinggal bersama neneknya di pondok. Ketika kejadian berlangsung, nenek korban yang berusia sekitar 80 tahun itu tengah berada di rumah tetangga.
Sebelum akhiri hidup, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Namun, permohonan itu tidak dikabulkan karena ibunya tidak punya uang.
Camat Jerebuu, Bernadus Honoratus Tage, membenarkan peristiwa tersebut. Bernadus mengatakan informasi awal diperoleh dari Kepala Desa Nenawea. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Korban ditemukan warga di pohon cengkeh yang berada di lahan milik warga,” ujar Bernadus Ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM.
Ia menambahkan, setelah menerima laporan, aparat keamanan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Personel dari Pospol Jerebuu dan Polres Ngada melakukan penanganan awal dan penyelidikan.
“Benar, saat ini personel Pospol Jerebuu dan Polres Ngada sedang menuju dan menangani lokasi kejadian,” ungkap Bernadus.