Lebih Dekat dengan Paulo Ricardo, Bek Persija yang Sayang Istri, Ingin Juara Bersama Persija
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kedatangan Paulo Ricardo ke Persija Jakarta langsung menyita perhatian publik.
Bukan hanya karena rekam jejaknya yang pernah merumput di Eropa dan Timur Tengah, tetapi juga karena ekspektasi besar yang melekat pada klub ibu kota.
Di balik sorotan tersebut, Paulo membuka kisah menarik soal nomor punggung yang kini ia kenakan bersama Macan Kemayoran.
Baca juga: Paulo Ricardo Beberkan Alasannya Pilih Berseragam Persija Jakarta
Paulo memilih nomor punggung 3, sebuah keputusan yang ternyata dilandasi alasan personal.
Ia mengaku memiliki ketertarikan pada beberapa nomor lain yang memiliki makna khusus dalam hidupnya.
Nomor 4, misalnya, berkaitan erat dengan tanggal kelahiran anaknya. Namun, nomor tersebut sudah lebih dulu digunakan pemain lain di skuad Persija.
Begitu pula dengan nomor 2 yang juga menjadi favoritnya.
“Nomor 4 sebenarnya sangat saya sukai karena anak saya lahir tanggal 4. Nomor 2 juga saya suka, tetapi keduanya sudah dipakai. Nomor 3 masih kosong dan istri saya menyukainya, jadi akhirnya itu menjadi pilihan yang paling mudah,” ungkap Paulo usai menjalani latihan di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, pemain bertahan tersebut menyadari bahwa bergabung dengan Persija berarti siap menghadapi tekanan dan tuntutan tinggi.
Menurutnya, ekspektasi untuk meraih gelar juara adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari identitas Persija sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia.
“Ini klub besar. Kita bisa melihat kualitas pemain dan staf yang ada di dalam tim. Jadi, ekspektasi untuk menjadi juara adalah sesuatu yang wajar dan harus diterima,” ujarnya.
Paulo juga menyinggung pengalamannya bermain di berbagai kompetisi luar negeri.
Meski demikian, ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk benar-benar membandingkan atmosfer sepak bola Indonesia dengan Eropa maupun Timur Tengah, mengingat menit bermainnya sejauh ini masih terbatas.
Seperti diketahui, Paulo diturunkan pada menit ke-86 kala Persija menaklukkan Persita 0-2 di Indomilk Arena, Jumat lalu.
“Saya baru bermain beberapa menit di pertandingan terakhir. Mungkin setelah beberapa pertandingan ke depan, saya bisa memberikan penilaian yang lebih jelas,” kata pemain asal Brasil tersebut.
Kendati demikian, kesan awal Paulo terhadap atmosfer pertandingan di Indonesia terbilang sangat positif.
Ia mengaku terkejut dengan antusiasme penonton, terutama saat Persija bermain di laga tandang yang tetap dipadati suporter.
“Atmosfernya luar biasa. Meski tandang, stadion hampir penuh. Saya juga menyaksikan pertandingan kandang kami sebelumnya ketika menang 2-0, dan suasananya sangat bagus,” terangnya.
Menjelang laga kandang berikutnya, Paulo menyimpan rasa penasaran yang besar.
Paulo pun berharap bisa segera merasakan langsung dukungan penuh Jakmania dari dalam lapangan, sesuatu yang menurutnya akan menjadi pengalaman yang istimewa sebagai pemain.
“Saya berharap atmosfernya luar biasa, stadion penuh atau setidaknya mendekati itu. Saya sering mendengar cerita dari rekan-rekan setim bahwa rasanya sangat berbeda ketika seluruh stadion berteriak dan mendukungmu. Saya ingin merasakan momen itu secara langsung,” katanya.