TRIBUNJAKARTA.COM - Debut Paulo Ricardo bersama Persija Jakarta tak sekadar soal menit bermain, tapi ada momen unik yang bakal selalu dikenang dalam hidupnya.
Bek asal Brasil itu langsung diperkenalkan pada wajah lain sepak bola Indonesia yakni soal rivalitas panas dan pengamanan superketat.
Termasuk momen unik perjalanan menuju stadion menggunakan kendaraan taktis (Rantis).
Saat Persija bertandang ke markas Persita Tangerang dan menang 2-0, Jumat (30/1/2026), Paulo Ricardo merasakan hal yang baru dalam karier sepak bolanya.
Meski hanya tampil singkat di lapangan untuk menandai debut bermain, namun pengalaman di balik layar menjadi cerita baru baginya.
Dari hotel hingga Indomilk Arena, menjadi momen paling berkesan dalam langkah awalnya bersama Macan Kemayoran.
“Ya, itu pengalaman yang sangat menarik. Sedikit berbeda," ujar Paulo Ricardo usai menjalani latihan di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, Senin (2/2/2025).
"Pertama kalinya saya naik kendaraan seperti itu (rantis). Benar-benar pengalaman yang unik dan sangat menyenangkan.”
“Sangat unik, tentu saja. Itu adalah pengalaman yang akan saya ingat seumur hidup,” sambungnya.
Pemain berusia 31 tahun tersebut mengaku tak mengira dan terkejut saat melihat dirinya harus menaiki Rantis.
Meskipun demikian, ia merasa bahwa hal itu tak membahayakan dan jadi pengalaman yang menyenangkan bagi kariernya sebagai pesepakbola profesional.
“Ya, cukup mengejutkan. Saya sempat berpikir, “Di mana busnya?” Lalu ternyata kami masuk ke kendaraan itu. Tapi itu menyenangkan, pengalaman yang bagus,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Paulo Ricardo memang sangat memahami atmosfer liga di Indonesia.
Bahkan hal itu jadi salah satu alasannya bermain di Liga Indonesia.
Pun dengan Persija yang mempunyai suporter fanatik.
Untuk itu ia sangat paham tim sebesar Persija punya tekanan besar dan dirinya akan bekerja keras guna bisa masuk pilihan coach Mauricio Souza dan tentunya membawa Macan Kemayoran meraih juara di musim ini.
“Yam etika Anda berada di tim besar, memang seperti itulah situasinya. Jika saya ingin mendapatkan waktu bermain dan tempat di tim, saya harus bekerja sangat keras karena mereka adalah pemain yang sangat, sangat bagus. Dan saya sangat menghormati mereka,” katanya.
(TribunJakarta/Tribunnews, Abdul Majid)