Baca juga: 30 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam, Arti Teks Eksplanasi, Struktur, Ciri, Arti Fenomena Alam
Baca juga: 30 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Sosial, Arti Teks Eksplanasi, Struktur-Ciri, Arti Fenomena Sosial
Di era informasi seperti sekarang ini, penting bagi kita untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu membedakan antara fakta dan opini.
satu di antara cara untuk melatih kemampuan berpikir kritis adalah dengan memahami teks eksplanasi.
Teks eksplanasi menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data yang akurat, serta menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara logis dan sistematis.
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa khususnya siswa di Riau akan belajar bagaimana menganalisis teks eksplanasi dan mengidentifikasi informasi penting yang terkandung di dalamnya.
1. Arti Teks Eksplanasi
Secara istilah, arti teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun ilmiah.
Teks eksplanasi memberikan penjelasan logis dan sistematis tentang bagaimana suatu peristiwa atau fenomena terjadi.
Teks ini fokus pada mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.
Berikut penjelasan lebih rinci tentang teks eksplanasi :
b. Fenomena Alam: Contohnya adalah proses terjadinya hujan, gempa bumi, gunung meletus, pelangi, atau gerhana matahari.
c. Fenomena Sosial: Contohnya adalah proses terjadinya demonstrasi, kemiskinan, pengangguran, atau urbanisasi.
d. Fenomena Budaya: Contohnya adalah proses terjadinya tradisi tertentu, upacara adat, atau seni pertunjukan.
e. Fenomena Ilmiah: Contohnya adalah proses fotosintesis, sistem pernapasan manusia, atau pembentukan tata surya.
f. Fokus pada "Mengapa" dan "Bagaimana": Teks eksplanasi berusaha menjawab pertanyaan "mengapa" suatu peristiwa terjadi dan "bagaimana" peristiwa tersebut terjadi.
g. Bersifat Informatif dan Faktual: Informasi yang disampaikan dalam teks eksplanasi harus berdasarkan fakta dan data yang akurat.
h. Tidak Bersifat Mempengaruhi: Teks eksplanasi tidak bertujuan untuk membujuk atau mempengaruhi pembaca untuk mempercayai suatu pendapat.
2. Arti Fenomena Budaya
Secara istilah, arti fenomena budaya adalah ekspresi dari nilai-nilai, keyakinan, adat istiadat, seni, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam suatu kelompok masyarakat.
Ciri-ciri :
- Merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam masyarakat.
- Bersifat simbolik dan memiliki makna tertentu bagi anggota masyarakat.
- Dapat berupa benda (seperti pakaian adat), kegiatan (seperti upacara adat), atau gagasan (seperti sistem kepercayaan).
Contoh: Upacara adat (seperti ngaben di Bali), tradisi (seperti mudik saat Lebaran), seni pertunjukan (seperti wayang kulit), bahasa, sistem kepercayaan, pakaian adat, makanan tradisional, arsitektur tradisional.
Berikut struktur teks eksplanasi dan ciri-ciri teks eksplanasi :
1. Struktur Teks Eksplanasi
Berikut struktur teks eksplanasi :
- Pernyataan Umum (General Statement): Bagian awal teks yang memberikan gambaran umum tentang fenomena yang akan dijelaskan.
- Urutan Penjelasan (Explanation): Bagian inti teks yang menjelaskan proses terjadinya fenomena secara rinci dan berurutan.
- Interpretasi (Interpretation): Bagian penutup teks yang berisi kesimpulan atau interpretasi penulis tentang fenomena tersebut (opsional).
2. Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Berikut ciri-ciri teks eksplanasi :
- Berisi informasi yang faktual (berdasarkan fakta).
- Menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.
- Bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca.
- Menggunakan bahasa yang lugas dan jelas.
- Memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, urutan penjelasan, dan interpretasi (opsional).
Berikut 30 contoh teks eksplanasi fenomena budaya :
1. Mengapa Ada Tradisi Mudik Saat Lebaran?
Tradisi mudik saat Lebaran adalah fenomena sosial budaya di Indonesia di mana orang-orang yang bekerja atau merantau di kota besar pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Tradisi ini berakar dari nilai-nilai kekeluargaan dan keinginan untuk bersilaturahmi.
2. Bagaimana Prosesi Ruwatan Dilakukan?
Ruwatan adalah upacara adat Jawa yang bertujuan untuk membersihkan seseorang dari kesialan atau nasib buruk. Prosesi ini melibatkan berbagai ritual, seperti pembacaan mantra, penyiraman air suci, dan pemotongan rambut oleh dalang.
3. Mengapa Upacara Ngaben Dilakukan di Bali?
Ngaben adalah upacara kremasi jenazah yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali. Upacara ini bertujuan untuk membebaskan roh orang yang meninggal dari ikatan duniawi dan mengantarkannya ke alam baka.
4. Bagaimana Tradisi Sekaten Diselenggarakan di Yogyakarta?
Sekaten adalah perayaan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Yogyakarta. Tradisi ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti pasar malam, pertunjukan seni, dan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.
5. Mengapa Ada Tradisi Potong Gigi di Bali?
Potong gigi (Mepandes/Metatah) adalah upacara adat di Bali yang dilakukan untuk menghilangkan sifat-sifat buruk pada diri seseorang, seperti keserakahan, kemarahan, dan iri hati. Upacara ini menandai peralihan dari masa remaja ke dewasa.
6. Bagaimana Prosesi Pernikahan Adat Jawa Dilakukan?
Pernikahan adat Jawa adalah serangkaian upacara yang dilakukan untuk menyatukan dua insan dalam ikatan perkawinan. Prosesi ini melibatkan berbagai tahapan, seperti lamaran, siraman, midodareni, ijab kabul, dan resepsi.
7. Mengapa Ada Tradisi Tabuik di Pariaman?
Tabuik adalah tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Pariaman, Sumatera Barat, untuk memperingati Hari Asyura, yaitu hari berkabung atas kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali. Tradisi ini melibatkan pembuatan dan pengarakan tabuik, yaitu bangunan tinggi yang terbuat dari bambu dan kertas.
8. Bagaimana Prosesi Tiwah Dilakukan oleh Suku Dayak?
Tiwah adalah upacara kematian yang dilakukan oleh suku Dayak di Kalimantan Tengah. Upacara ini bertujuan untuk mengantarkan roh orang yang meninggal ke alam baka dan membebaskannya dari penderitaan duniawi.
9. Mengapa Ada Tradisi Karapan Sapi di Madura?
Karapan Sapi adalah tradisi pacuan sapi yang dilakukan oleh masyarakat Madura. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan panen dan menjadi ajang untuk menunjukkan kehebatan dan kekuatan sapi.
10. Bagaimana Prosesi Grebeg Suro Diselenggarakan di Ponorogo?
Grebeg Suro adalah upacara adat yang diselenggarakan di Ponorogo untuk memperingati Tahun Baru Islam. Upacara ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti kirab pusaka, larungan, dan pertunjukan Reog Ponorogo.
11. Mengapa Ada Tradisi Memberi Seserahan dalam Pernikahan?
Tradisi seserahan dalam pernikahan melambangkan tanggung jawab pihak pria untuk memenuhi kebutuhan pihak wanita dan keluarganya setelah menikah.
12. Bagaimana Proses Pembuatan Batik Tulis?
Pembuatan batik tulis melibatkan proses yang rumit, mulai dari membuat pola di atas kain, melukis dengan lilin (malam), mewarnai kain, hingga menghilangkan lilin dengan cara merebus kain.
13. Mengapa Ada Tradisi Grebeg Maulud di Keraton?
Grebeg Maulud adalah tradisi untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengeluarkan gunungan berisi hasil bumi dan makanan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
14. Bagaimana Proses Pembuatan Keris?
Pembuatan keris adalah proses yang kompleks dan melibatkan keterampilan tinggi, mulai dari memilih bahan (besi, baja, dan pamor), menempa, membentuk, hingga memberikan ornamen dan warangan (racun).
15. Mengapa Ada Tradisi Larung Sesaji di Pantai?
Tradisi larung sesaji di pantai dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah dan memohon keselamatan bagi para nelayan.
16. Bagaimana Proses Pembuatan Wayang Kulit?
Pembuatan wayang kulit melibatkan proses yang rumit, mulai dari memilih kulit kerbau, mengeringkan, membentuk, melukis, hingga memberikan tangkai dan ornamen.
17. Mengapa Ada Tradisi Tingkeban Saat Kehamilan?
Tradisi tingkeban dilakukan saat wanita hamil tujuh bulan sebagai upacara memohon keselamatan bagi ibu dan bayi yang dikandungnya.
18. Bagaimana Proses Pembuatan Kain Songket?
Pembuatan kain songket melibatkan proses menenun benang emas atau perak ke atas kain dasar dengan menggunakan alat tenun tradisional.
19. Mengapa Ada Tradisi Bakar Batu di Papua?
Tradisi bakar batu adalah cara memasak makanan dengan menggunakan batu panas yang dilakukan oleh masyarakat Papua. Tradisi ini melambangkan kebersamaan dan syukur atas hasil panen.
20. Bagaimana Proses Pembuatan Gamelan Jawa?
Pembuatan gamelan Jawa melibatkan proses yang rumit dan membutuhkan keterampilan tinggi, mulai dari memilih bahan (besi, perunggu, dan kayu), menempa, menyetel nada, hingga memberikan ornamen dan ukiran.
21. Mengapa Ada Tradisi Halalbihalal Setelah Lebaran?
Tradisi Halalbihalal dilakukan setelah Lebaran sebagai ajang untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan memulai kembali hubungan yang baik.
22. Bagaimana Proses Pembuatan Tenun Ikat?
Pembuatan tenun ikat melibatkan proses mengikat sebagian benang dengan tali sebelum diwarnai, sehingga menghasilkan motif yang unik dan khas.
23. Mengapa Ada Tradisi Ruwatan Bumi di Desa?
Tradisi Ruwatan Bumi dilakukan sebagai upacara memohon kesuburan tanah, keselamatan, dan kesejahteraan bagi masyarakat desa.
24. Bagaimana Proses Pembuatan Keramik?
Pembuatan keramik melibatkan proses membentuk tanah liat, mengeringkan, membakar, dan memberikan lapisan glasir.
25. Mengapa Ada Tradisi Lompat Batu di Nias?
Tradisi lompat batu dilakukan oleh pemuda Nias sebagai ujian kedewasaan dan keberanian.
26. Bagaimana Proses Pembuatan Ukiran Kayu?
Pembuatan ukiran kayu melibatkan proses memahat kayu dengan berbagai alat untuk menciptakan motif dan ornamen yang indah.
27. Mengapa Ada Tradisi Wiwitan Sebelum Panen?
Tradisi Wiwitan dilakukan sebelum panen sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah dan memohon keselamatan selama proses panen.
28. Bagaimana Proses Pembuatan Tari Saman?
Tari Saman adalah tarian tradisional dari Aceh yang dilakukan oleh sekelompok penari dengan gerakan yang sinkron dan dinamis sambil menyanyikan syair-syair.
29. Mengapa Ada Tradisi Kasada di Bromo?
Tradisi Kasada dilakukan oleh masyarakat Tengger di Bromo dengan memberikan persembahan berupa hasil bumi, ternak, dan uang ke kawah gunung Bromo.
30. Bagaimana Proses Pembuatan Rumah Adat Toraja (Tongkonan)?
Pembuatan rumah adat Toraja (Tongkonan) melibatkan proses yang rumit dan membutuhkan keterampilan tinggi, mulai dari memilih kayu, membangun struktur rumah, hingga memberikan ukiran dan ornamen yang khas.
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id
Demikian penjelasan tentang arti teks eksplanasi dan arti fenomena budaya serta struktur teks eksplanasi hingga ciri-ciri teks eksplanasi dan 30 contoh teks eksplanasi fenomena budaya .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )