30 Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam, Arti Teks Eksplanasi, Struktur, Ciri, Arti Fenomena Alam
February 03, 2026 10:29 PM

Baca juga: Arti Teks Eksplanasi dan 15 Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Baca juga: 25 Contoh Teks Eksplanasi, Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri-ciri, Struktur, Contoh Topik

Di era informasi seperti sekarang ini, penting bagi kita untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu membedakan antara fakta dan opini.

satu di antara cara untuk melatih kemampuan berpikir kritis adalah dengan memahami teks eksplanasi.

Teks eksplanasi menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data yang akurat, serta menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara logis dan sistematis.

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, siswa khususnya siswa di Riau akan belajar bagaimana menganalisis teks eksplanasi dan mengidentifikasi informasi penting yang terkandung di dalamnya.

A. Arti Teks Aksplanasi dan Arti Fenomena Alam

1. Arti Teks Eksplanasi

Secara istilah, arti teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun ilmiah.

Teks eksplanasi memberikan penjelasan logis dan sistematis tentang bagaimana suatu peristiwa atau fenomena terjadi.

Teks ini fokus pada mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.

Berikut penjelasan lebih rinci tentang teks eksplanasi :

b. Fenomena Alam: Contohnya adalah proses terjadinya hujan, gempa bumi, gunung meletus, pelangi, atau gerhana matahari.

c. Fenomena Sosial: Contohnya adalah proses terjadinya demonstrasi, kemiskinan, pengangguran, atau urbanisasi.

d. Fenomena Budaya: Contohnya adalah proses terjadinya tradisi tertentu, upacara adat, atau seni pertunjukan.

e. Fenomena Ilmiah: Contohnya adalah proses fotosintesis, sistem pernapasan manusia, atau pembentukan tata surya.

f. Fokus pada "Mengapa" dan "Bagaimana": Teks eksplanasi berusaha menjawab pertanyaan "mengapa" suatu peristiwa terjadi dan "bagaimana" peristiwa tersebut terjadi.

g. Bersifat Informatif dan Faktual: Informasi yang disampaikan dalam teks eksplanasi harus berdasarkan fakta dan data yang akurat.

h. Tidak Bersifat Mempengaruhi: Teks eksplanasi tidak bertujuan untuk membujuk atau mempengaruhi pembaca untuk mempercayai suatu pendapat.

2. Arti Fenomena Alam

Secara istilah, arti fenomena alam adalah kejadian atau peristiwa yang terjadi di alam semesta dan tidak disebabkan oleh tindakan manusia secara langsung.

Kejadian ini merupakan bagian dari proses alami bumi dan alam semesta.

ciri-ciri : 

- Terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia.

- Dapat dijelaskan melalui hukum-hukum alam atau prinsip-prinsip ilmiah.

- Mencakup berbagai skala, dari yang kecil (seperti embun) hingga yang besar (seperti gempa bumi).

Contoh: Hujan, gempa bumi, gunung meletus, pelangi, badai, erosi, tsunami, aurora.

B. Struktur Teks Eksplanasi dan Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Berikut struktur teks eksplanasi dan ciri-ciri teks eksplanasi : 

1. Struktur Teks Eksplanasi

Berikut struktur teks eksplanasi : 

- Pernyataan Umum (General Statement): Bagian awal teks yang memberikan gambaran umum tentang fenomena yang akan dijelaskan.

- Urutan Penjelasan (Explanation): Bagian inti teks yang menjelaskan proses terjadinya fenomena secara rinci dan berurutan.

- Interpretasi (Interpretation): Bagian penutup teks yang berisi kesimpulan atau interpretasi penulis tentang fenomena tersebut (opsional).

2. Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Berikut ciri-ciri teks eksplanasi : 

- Berisi informasi yang faktual (berdasarkan fakta).

- Menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena.

- Bersifat informatif dan tidak berusaha mempengaruhi pembaca.

- Menggunakan bahasa yang lugas dan jelas.

- Memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, urutan penjelasan, dan interpretasi (opsional).

C. Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam

Berikut 30 contoh teks eksplanasi fenomena alam :

1. Terjadinya Hujan

Hujan adalah peristiwa jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. Prosesnya dimulai saat panas matahari menyebabkan air di bumi menguap (evaporasi). Uap air ini naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi, membentuk awan. Ketika awan semakin padat dan berat, air jatuh ke bumi sebagai hujan.

2. Proses Terjadinya Pelangi

Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna yang tampak di langit. Pelangi terjadi ketika cahaya matahari melewati tetesan air hujan dan mengalami pembiasan serta pemantulan. Cahaya matahari yang putih terurai menjadi spektrum warna yang berbeda, membentuk busur pelangi yang indah.

3. Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Energi ini dihasilkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang saling bertumbukan, bergesekan, atau menjauh.

4. Proses Terjadinya Gunung Meletus

Gunung meletus adalah peristiwa keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan bumi. Magma terbentuk akibat panas di dalam bumi yang melelehkan batuan. Ketika tekanan magma terlalu tinggi, magma akan mencari jalan keluar melalui celah atau rekahan di gunung, menyebabkan letusan.

5. Terjadinya Angin Topan

Angin topan adalah badai tropis yang sangat kuat dengan kecepatan angin mencapai ratusan kilometer per jam. Angin topan terbentuk di atas lautan hangat dekat khatulistiwa. Udara hangat dan lembap naik, membentuk area bertekanan rendah yang menarik udara di sekitarnya, menciptakan pusaran angin yang semakin kuat.

6. Terjadinya Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga menghalangi sebagian atau seluruh cahaya matahari mencapai bumi. Ada tiga jenis gerhana matahari: gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.

7. Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga menghalangi cahaya matahari mencapai bulan. Bulan akan tampak redup atau berwarna merah saat terjadi gerhana bulan total.

8. Proses Terbentuknya Awan

Awan terbentuk ketika uap air di atmosfer mengalami kondensasi atau sublimasi. Kondensasi terjadi ketika uap air berubah menjadi titik-titik air cair karena pendinginan. Sublimasi terjadi ketika uap air langsung berubah menjadi kristal es karena suhu yang sangat dingin.

9. Terjadinya Tsunami

Tsunami adalah gelombang laut besar yang disebabkan oleh gangguan di dasar laut, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, atau longsor bawah laut. Gelombang tsunami dapat bergerak dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kerusakan yang parah saat mencapai daratan.

10. Proses Terbentuknya Danau

Danau terbentuk karena berbagai proses geologis, seperti aktivitas vulkanik, pergerakan tektonik, atau erosi. Danau vulkanik terbentuk di kawah gunung berapi yang sudah tidak aktif. Danau tektonik terbentuk akibat pergerakan lempeng bumi yang menciptakan cekungan. Danau erosi terbentuk akibat pengikisan batuan oleh air atau es.

11. Terjadinya Aurora

12. Pembentukan Stalaktit dan Stalagmit

Stalaktit dan stalagmit adalah formasi batuan yang ditemukan di gua-gua kapur. Stalaktit terbentuk dari tetesan air yang mengandung kalsium karbonat yang mengendap dari langit-langit gua, sementara stalagmit terbentuk dari tetesan air yang jatuh ke lantai gua.

13. Terjadinya Pasang Surut Air Laut

Pasang surut air laut disebabkan oleh gaya gravitasi Bulan dan Matahari terhadap Bumi. Gaya gravitasi ini menarik air laut, menyebabkan permukaan air laut naik (pasang) dan turun (surut).

14. Pembentukan Gurun Pasir

Gurun pasir terbentuk akibat proses erosi dan sedimentasi yang berlangsung selama ribuan tahun. Faktor-faktor seperti curah hujan yang rendah, suhu yang ekstrem, dan angin yang kencang berkontribusi pada pembentukan gurun pasir.

15. Terjadinya Halilintar

16. Pembentukan Kabut

Kabut adalah awan yang terbentuk dekat permukaan tanah. Kabut terjadi ketika udara lembap mendingin dan uap air mengembun menjadi titik-titik air kecil yang melayang di udara.

17. Terjadinya Badai Salju

Badai salju terjadi ketika suhu udara sangat dingin dan terdapat banyak uap air di atmosfer. Uap air ini mengembun menjadi kristal es yang jatuh ke bumi sebagai salju.

18. Pembentukan Delta Sungai

Delta sungai terbentuk ketika sungai membawa sedimen (lumpur, pasir, dan kerikil) ke laut atau danau. Sedimen ini mengendap di muara sungai, membentuk daratan baru yang disebut delta.

19. Terjadinya Erosi Pantai

Erosi pantai adalah pengikisan daratan pantai akibat gelombang laut, arus laut, dan angin. Erosi pantai dapat menyebabkan hilangnya lahan dan kerusakan infrastruktur.

20. Pembentukan Ozon

Ozon adalah molekul yang terdiri dari tiga atom oksigen (O3). Lapisan ozon di atmosfer melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari Matahari. Ozon terbentuk ketika radiasi UV memecah molekul oksigen (O2) menjadi atom oksigen tunggal, yang kemudian bergabung dengan molekul oksigen lainnya.

21. Pembentukan Gua

Gua terbentuk melalui pelarutan batuan kapur oleh air asam selama ribuan tahun. Air hujan yang mengandung karbon dioksida melarutkan kalsium karbonat dalam batuan kapur, menciptakan celah dan rongga yang semakin membesar menjadi gua.

22. Terjadinya Aurora Borealis dan Australis

23. Pembentukan Pulau Vulkanik

Pulau vulkanik terbentuk ketika gunung berapi bawah laut meletus dan material vulkanik (lava, abu, dan batuan) menumpuk di dasar laut. Jika akumulasi material ini cukup besar, maka akan mencapai permukaan laut dan membentuk pulau baru.

24. Terjadinya El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina adalah fenomena iklim global yang terjadi akibat perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. El Nino ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut, sementara La Nina ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut. Kedua fenomena ini dapat mempengaruhi pola cuaca di seluruh dunia.

25. Pembentukan Padang Pasir Garam

Padang pasir garam terbentuk di daerah yang kering dan memiliki tingkat penguapan yang tinggi. Air yang mengandung garam terakumulasi di permukaan tanah dan menguap, meninggalkan endapan garam yang membentuk padang pasir garam.

26. Terjadinya Air Bah

Air bah terjadi ketika volume air di sungai atau danau meningkat secara tiba-tiba dan meluap ke daratan sekitarnya. Air bah dapat disebabkan oleh hujan deras, pencairan salju, atau jebolnya bendungan.

27. Pembentukan Karang Atol

Karang atol terbentuk dari pertumbuhan karang di sekitar pulau vulkanik yang kemudian tenggelam. Karang terus tumbuh ke atas, membentuk cincin karang yang mengelilingi laguna.

28. Terjadinya Tornado

Tornado adalah pusaran angin yang sangat kuat yang terbentuk dari badai petir. Tornado memiliki kecepatan angin yang sangat tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan yang parah.

29. Pembentukan Gletser

Gletser terbentuk dari akumulasi salju selama bertahun-tahun yang memadat menjadi es. Gletser bergerak perlahan menuruni lereng gunung atau lembah akibat gaya gravitasi.

30. Terjadinya Halilintar Bola

Halilintar bola adalah fenomena langka berupa bola api yang melayang di udara selama beberapa detik. Penyebab halilintar bola masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga terkait dengan pelepasan energi listrik dari tanah atau benda-benda di sekitarnya.

Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id

Demikian penjelasan tentang arti teks eksplanasi dan arti fenomena alam serta struktur teks eksplanasi hingga ciri-ciri teks eksplanasi dan 30 contoh teks eksplanasi fenomena alam .

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.