Jadwal Ganti Utang Puasa Sebelum Bulan Suci Ramadan 2026, Niat hingga Keutamaan
February 03, 2026 10:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut ini jadwal ganti utang puasa sebelum bulan suci Ramadan 2026. 

Selama bulan suci Ramadan sebelumnya, tentu ada beberapa diantara umat Muslim yang tak bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal. 

Pada dasarnya, puasa Ramadan dikerjakan ibadahnya selama 30 hari. 

Sehingga, ketika kurang dari hari tersebut dikerjakan, maka harus diganti. 

Hukum Mengganti Puasa

Hukum mengganti atau mengqadha puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap Muslim yang meninggalkannya, baik karena alasan syar'i (uzur) maupun sengaja. 

Adapun orang-orang yang mengganti puasa yakni karena uzur, seperti orang yang sakit (tidak menahun), musafir (perjalanan jauh), wanita haid, nifas, ibu hamil, atau menyusui wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadan.

Baca juga: Minuman Detoks saat Ramadan Bersihkan Racun Tubuh, Cocok Dikonsumsi saat Sahur atau Buka Puasa

Selain itu, tanpa Uzur (sengaja), seperti orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa alasan sah tetap wajib mengqadha dan berdosa besar, sehingga diwajibkan bertaubat. 

Hadits tentang mengganti puasa ditegaska dalam hadits Aisyah RA tentang diperintahkannya mengqadha puasa saat haid, dan hadits tentang Aisyah yang baru bisa mengqadha di bulan Sya'ban, menunjukkan bolehnya penundaan namun dianjurkan segera. 

Kewajiban qadha puasa didasarkan juga pada Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 185) dan jika ditunda hingga Ramadhan berikutnya tanpa uzur, diwajibkan qadha dan membayar fidyah (memberi makan orang miskin).

Hadits Aisyah RA: "Kami mengalami haid, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha puasa, tetapi tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat." (HR. Muslim no. 335). 

Lantas kapan mengganti utang puasa? 

Dikutip dari Grid.id, banyak yang bertanya tentang waktu atau jadwal ganti utang puasa? 

Untuk mengganti puasa, umat Muslim bisa melakukannya sesudah Hari Raya Idul Fitri sampai pada momen Ramadan berikutnya. 

Nah, penggantian puasa ini dikenal dengan istilah qadha puasa.

Pertanyaan perihal qadha atau bayar utang puasa itu rupanya pernah dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad. 

Dikutip dari Tribunnewsbogor.com, dari tayangan Q&A Ustadz, Ustadz Abdul Somad sempat mendapat pertanyaan perihal kapan batas waktu bayar utang puasa tersebut dari seorang jamaah.

Dari jawaban sang ustaz, seseorang muslim yang hendak membayar utang puasa bisa dilakukan sembari menanti tahun Ramadan berikutnya. 

"Batasnya (qadha puasa Ramadan tahun lalu) kapan? sampai Ramadan (tahun) ini," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Tak hanya itu, Ustaz Abdul Somad juga memaparkan hukumnya seseorang yang hendak membayar utang puasa di bulan Syaban pada hari Senin. 

Ustaz Abdul Somad menyebut orang tersebut akan mendapatkan tiga keuntungan, yakni utang puasanya lunas satu hari, mendapat keutamaan puasa sunah Syaban dan juga puasa hari Senin.

"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban hari Senin otomatis dapat tiga, puasa qada lunas satu hari, puasa sunah syaban dapat, puasa hari Senin dapat," imbuh Ustaz Abdul Somad.

Kendati demikian, menurut sang ustaz niatan puasa untuk mendapatkan tiga keuntungan itu hanya diucap satu saja, yakni niat untuk qadha puasa Ramadan.

"Niatnya satu aja, saya niat puasa qada. Otomatis dapat tiga. Jadi enggak perlu niatnya tiga," jelas Ustaz Abdul Somad.

Lafaz Niat Puasa Qadha (Arab, Latin, dan Arti)

Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى.

Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri ramadhaana lillahi ta'ala.  

Artinya: "Saya niat puasa esok hari untuk qadha (mengganti) puasa wajib bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala".  

Lantas, bagaimana jika kita tidak juga membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu karena bulan Ramadhan tahun ini telah tiba?

Menurut Ustaz Abdul Somad, seseorang itu masih bisa membayarkan utang puasanya itu setelah bulan Ramadhan tahun ini berakhir.

Namun, di qadha puasa selanjutnya itu, orang tersebut tak hanya harus membayarnya, melainkan juga harus membayar fidiah. Yakni dengan cara memberikan makan orang miskin selama satu hari.

"Kalau sampai Ramadhan dia belum men-qadha juga ? maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidiah. Fidiah apa ? memberi makan fakir miskin selama satu hari. Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam," sambung Ustaz Abdul Somad.

Kapan Batas Akhir Membayar Puasa Ramadan Menurut Hadist?

Melansir Tribun-Timur.com, Penjelasan mengenai batas waktu perihal qadha puasa Ramadhan terdapat di beberapa hadis. Salah satunya hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari 1914 dan Muslim 1082).

Di sisi lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merutinkan puasa selama sya’ban. Bahkan beliau melakukan puasa sya’ban sebulan penuh. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Bukhari 1970 dan Muslim 1156). (*)

(Grid.id) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.