KDM Sampai Ucap Bohong, Senyum Ajat Penjual Es Gabus Bicara Minta Motor dan Mobil: Kita Mah Bercanda
February 04, 2026 12:07 AM

 


TRIBUNJAKARTA.COM - Suderajat pedagang es gabus berbicara mengenai pernyataannya yang sempat meminta mobil dan sepeda motor.

Pedagang es gabus itu sempat menjadi sorotan publik setelah ditegur Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi lantaran tak jujur dalam beberapa pengakuannya.

Suderajat merupakan korban fitnah oknum aparat yang menuding es gabus berbahan spons. 

Gaya berbicara dan pernyataan Suderajat yang kerap berubah-ubah memicu respons negatif dari publik.

Pasalnya, Suderajat dinilai memanfaatkan situasi demi memperoleh bantuan.

Gaya bicara pedagang es gabus Ajat Suderajat, yang terbata-bata dan kerap berubah-ubah, terungkap saat mengobrol dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Putri Suderajat, Zaitun mengakui gaya bicara ayahnya yang kerap berubah-ubah. 

Bahkan, Zaitun mengatakan omongan ayahnya kerap bercanda.

"Karena memang bapak begitu yak ga kayak kita-kita yang lain jadi pikirannya kemana-mana gitu. Dia tuh selalu anggap bercanda, omongannya tuh selalu bercanda, jadi maaf banget kepada netizen kalau kecewa kepada bapak saya . Saya yakin enggak bakal keulang lagi," kata Zaitun dikutip TribunJakarta.com dari akun Youtube SCTV, Selasa (3/2/2026).

Sedangkan, Suderajat mengaku kondisinya saat itu biasa saja. Ia merasa hujatan yang diterimanya merupakan ujian dari Tuhan.

Ia lalu mengungkit ucapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM. Suderajat menuturkan perkataannya kepada KDM hanyalah bercanda.

"Kata Dedi, lo sudah dikasih motor minta mobil, saya mah bohong-bohongin, basa basi, kalau kasih mobil, alhamdulillah, kasih motor, alhamudlillah. Lagi kita mah bercanda sama Kang Dedi

Bukan Tukang Bohong

Sedangkan, Ketua RW setempat, Muhammad Ali Akbar menyampaikan konidisi kesehatan warganya.

"Kayak ngantuk, ngalor ngidul, kalau keseharian orang sini pada tahu kalau dia ngomong ngalor ngidul," kata Ali Akbar.

Namun, ia menyatakan bahwa Suderajat bukanlah sosok yang suka berbohong.

"Aslinya dia memang bukan tukang bohong. Aslinya begini apa adanya, kenyataannya kayak gini, kayak kurang," imbuhnya.

Hadiah Umrah

Terkini, Suderajat bersyukur menerimah hadiah ibadah umrah dari konten kreator Aisar Khaled.

Zaitun mengatakan dirinya dan keluarga mendapatkan hidayah dari kejadian tersebut.

"Dapat hadiah umroh, hati kita alhamudlillah berkah dari Allah, pas ditonjok, datang dia, es kue ini berkah," katanya,

Minta Mobil

Setelah sebelumnya disentil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi lantaran tak jujur dalam beberapa pengakuannya, Suderajat sempat membuat pernyataan baru yang bikin publik geram. 

Suderajat mengungkapkan pernyataan itu saat diundang menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar pada Kamis (29/1/2026). 

Sudrajat mengaku sebenarnya ingin meminta mobil kepada Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras. 

Kapolres diketahui sempat mendatangi rumah Suderajat dan menyerahkan motor sebagai permintaan maaf karena Suderajat menjadi korban penganiayaan oleh aparat. 

"Saya tadinya mau minta mobil, mobil buat jalan-jalan sama keluarga. Saya mau mobil, malah dikasih motor. Disetirin sama anak," kata Suderajat.

Ditegur KDM

DISENTIL KDM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru menyentil sikap pedagang es gabus, Suderajat yang dinilai masih merasa kurang atas pemberian para donatur.
DISENTIL KDM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru menyentil sikap pedagang es gabus, Suderajat yang dinilai masih merasa kurang atas pemberian para donatur. (Youtube Dedi Mulyadi)

Sebelumnya, Kang Dedi Mulyadi (KDM), sempat menegur Suderajat yang dianggap banyak bohongnya saat memberikan keterangan. 

Suderajat dinilai bohong soal pendidikan anaknya, tempat tinggalnya hingga warisan yang dimilikinya. 

Ketidakjujuran itu yang membuat Dedi Mulyadi jengkel.  Suderajat sebelumnya menyebut anaknya bersekolah di SD negeri. 

Namun, menurut Dedi, sekolah anak Suderajat ternyata sekolah swasta. 

Suderajat sebelumnya mengaku mengontrak rumah selama bertahun-tahun.  Namun, ternyata memiliki rumah sendiri. 

Selain itu, Suderajat juga mengaku hanya mendapatkan warisan sebesar Rp 200 ribu dari orang tuanya. 

Akan tetapi, Dedi menilai pernyataan itu tidak sesuai fakta lantaran orang tua Suderajat sudah membelikan rumah sejak 2007. 

"Babe ngebohong. Dia bilangnya saya dikasih warisan cuma Rp 200 ribu padahal dikasih rumah tahun 2007. Babe kemaren bilang hanya kebagian 200 ribu," katanya. 

Ia lalu menasehati Babe untuk bersikap jujur agar hidupnya lebih baik. 

Dedi Mulyadi pun turut menambahkan dana renovasi rumah kepada Suderajat yang kini mendapatkan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari pemerintah daerah.

Ia menitipkan dana tambahan renovasi kepada Ketua RW yang memimpin renovasi rumahnya. 

Suderajat sudah banyak mendapatkan bantuan melimpah dari para donatur yang harusnya disyukuri. 

Ia pun menasehati Suderajat. Untuk keluar dari jurang kemiskinan, kata Dedi, Suderajat harus mengubah hidupnya sendiri.

"Karena gini be, babe ini kan hidupnya susah. Tapi babe harus merubah hidup babe agar tidak susah. Iya. Caranya gimana? Jujur dan benar," ungkapnya. 

Penjelasan Camat

Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, menyebut hasil asesmen instansi menemukan adanya indikasi disabilitas terhadap Suderajat dan sang istri. 

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan gangguan mental pascatrauma.

Kemampuan verbal keduanya pun menjadi terbatas. 

"Terkait banyak rumor tentang Pak Suderajat, mungkin jawabannya ketika ditanya (Dedi Mulyadi dalam video YouTube) selalu berubah-ubah dan terkesan seperti berbohong. Hasil dari asesmen kami, itu terdapat indikasi disabilitas, baik pada Pak Suderajat maupun istrinya," katanya seperti dikutip dari Kompas.com Jumat (30/1/2026). 

Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat dugaan gangguan mental pascatrauma. 

Hal ini membuat komunikasi dengan yang bersangkutan menjadi tak lancar dan sulit dipahami. 

"Apalagi kondisi istrinya bahkan terlihat lebih parah," ungkapnya.

Tenny melanjutkan keterangan dari Ketua RT dan RW setempat juga menguatkan adanya keterbelakangan secara psikologis dan mental pada Suderajat. 

Kondisi tersebut diduga sudah ada sebelumnya, lalu diperparah oleh tekanan trauma setelah kejadian viral.

"Kami baru bicara indikasi, ya. Tapi yang terlihat jelas itu istrinya," katanya. 

Bahkan Suderajat pun ketika diajak komunikasi oleh ketua RT dan RW di lingkungan sekitarnya terindikasi ada keterbelakangan secara psikologis dan mental.

"Jadi Pak Suderajat itu memiliki disabilitas dan memerlukan perhatian khusus memang. Serta tekanan setelah kejadian (trauma) dan banyaknya orang datang ke rumah saat itu (gak terbiasa ketemu orang banyak)," bebernya.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Pengakuan Suderajat Pedagang Es Gabus Berubah-ubah hingga Disebut KDM Bohong, Ini Tanggapan Polisi
  • Baca juga: Dedi Mulyadi Merasa Dibohongi Suderajat, Sang Anak Pedagang Es Gabus Luruskan Tuduhan
  • Baca juga: Jejak Tuduhan Es Gabus Spons,Muncul Dugaan Sosok Wanita Inisial L yang Pertama Bikin Suderajat Viral
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.