Dapur Literasi, Bisnis Peternakan Terintegrasi dengan Beragam Terobosan di Sambeng Lamongan
February 04, 2026 01:32 AM

 


SURYACO.ID, LAMONGAN - Tomi Distianto, sosok pemuda millenial inspiratif asal Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng berhasil mengembangkan peternakan terintegrasi dengan pendidikan dan kuliner.

Lewat Koperasi Tani Ternak Literasi, Tomy berhasil melakukan penguatan ekonomi berbasis peternakan rakyat. 

Setelah melalui perjuangan panjang dan berliku, Tomi akhirnya berhasil mengembangkan model usaha ternak terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga pengolahan limbah, hilirisasi produk, hingga perlindungan asuransi ternak.

Bisnis peternakan tersebut, kini di padukan dengan wisata edukasi dan kuliner aneka masakan olahan daging ternak, seperti Sate klatak, tongseng dan tengkleng kambing.

Masyarakat akan bisa menikmati wisata kuliner dan edufarm sejak di launching besok pada  6-8 Februari 2026.

Baca juga: PWI Lamongan Matangkan Puncak HPN 2026 di Sukorame: Ada Beragam Layanan Gratis

 

Sejak Tahun 2018

Tomi menerangkan bahwa, usaha yang dirintis sejak 2018 tersebut kini telah memasuki tahun keenam operasional. 

Dalam perjalanannya, koperasi mampu memperluas skala usaha secara signifikan, dari semula sekitar 300 ekor ternak, kini meningkat menjadi 800 ekor dalam satu siklus pengelolaan.

Kini, dengan total pemasaran mencapai lebih dari 7.000 ekor.

“Awalnya kami hanya peternakan biasa. Tapi kami ingin berkembang, sehingga membuat inovasi dan kerja sama ke berbagai daerah. Sekarang sistemnya sudah terintegrasi,” ujarnya, Selasa (3/2/2026)

Lebih jauh, Tomi mengungkapkan, integrasi limbah dan asuransi menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan bisnis peternakan yang dikembangkan.

"Pengolahan limbah ternak menjadi produk bernilai guna, sehingga tidak lagi menjadi beban lingkungan. Limbah dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian, menciptakan sinergi antara sektor peternakan dan pertanian," ungkap Tomi.

Baca juga: Bantuan 200 Becak Listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk Pembecak di Lamongan

 

Program Asuransi Ternak

Selain itu, kata Tomi, koperasi juga menerapkan program asuransi ternak.

Skema ini memberikan perlindungan finansial bagi anggota apabila terjadi kematian ternak, sehingga risiko kerugian dapat ditekan.

“Kalau ada ternak mati, peternak tetap dapat ganti rugi. Jadi usaha mereka lebih aman,” jelas Tomi.

Meski demikian, Tomi juga mengalami masalah klasik peternak rakyat, yang berkaitan dengan pemasaran ternak hidup, dengan margin keuntungan rendah. 

"Untuk mengatasinya, koperasi mulai mengembangkan hilirisasi dengan mengolah hasil ternak menjadi produk makanan siap konsumsi," tegasnya. 

Strategi ini, terbukti mampu meningkatkan nilai jual, memperpanjang rantai usaha, membuka lapangan kerja baru, serta menambah pendapatan keluarga peternak.

“Sekarang kami tidak hanya jual ternak hidup, tapi juga produk olahan. Nilai tambahnya lebih besar dan manfaatnya langsung dirasakan anggota,” tambahnya.


Model Pemberdayaan Berkelanjutan

Pendekatan terintegrasi, yang menjadikan koperasi sebagai salah satu model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas mulai terlihat dampak positif. 

Dalam waktu tiga bulan terakhir, aktivitas usaha menunjukkan tren peningkatan produksi dan pemasaran yang menggembirakan. 

Dengan kombinasi inovasi teknologi, manajemen risiko, dan hilirisasi, koperasi dapat terus memperluas jejaring, serta memperkuat kesejahteraan anggotanya.

“Kami ingin semakin banyak masyarakat terlibat, semakin banyak keluarga peternak yang pendapatannya meningkat,” pungkasnya (hanif manshuri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.