Pesawat tempur generasi kelima itu disebut menjadi kartu truf Presiden AS, Donald Trump dalam menghadapi Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Dengan pengerahan jet F-35C yang berada dalam jangkauan serang, serta kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln, Washington dinilai menyiapkan opsi serangan cepat dan terarah ke wilayah Iran.
Jet tempur tersebut dapat lepas landas dari kawasan Samudra Hindia dan menembus wilayah udara Teheran dengan tingkat deteksi radar yang sangat minim.
Kemampuan ini memberi AS opsi untuk menargetkan fasilitas strategis, termasuk pusat komando Garda Revolusi Iran atau IRGC.
Serangannya pun dilakukan tanpa harus meningkatkan konflik menjadi perang darat berskala penuh.
(*)