Warga Sempat Khawatir, Satpol PP-WH Banda Aceh Evakuasi ODGJ di Kawasan Sekolah
February 04, 2026 12:32 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Personel Satpol PP-WH Kota Banda Aceh mengevakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Selasa (3/2/2026). Ia dievakuasi setelah mendapat laporan dari masyarakat yang merasa khawatir dengan keberadaan pria tersebut di lingkungan sekolah.

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal SSTP MSi menjelaskan, ODGJ yang diperkirakan berusia 50-an tahun itu diamankan di kawasan Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, tepatnya di depan salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kehadirannya memicu kekhawatiran para siswa-siswi yang sedang beraktivitas di sekitar sekolah,” jelas Rizal.

Usai mendapat laporan, Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh itu kemudian menginstruksikan tim jajarannya untuk turun langsung ke lokasi, yang dipimpin oleh Komandan Peleton (Danton) 4, Muhammad Iqbal Husein. Kini, ODGJ tersebut telah diserahkan kepada pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh untuk mendapatkan perawatan medis, dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Meski ODGJ tersebut tidak melakukan perlawanan secara frontal atau memberontak, petugas di lapangan harus melakukan pendekatan persuasif yang ekstra hati-hati guna membujuk pria tersebut agar mau dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Satpol PP-WH Banda Aceh Serahkan Pasangan Berzina di Laundry ke Jaksa, Segini Ancaman Cambuknya

Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh itu menegaskan, meskipun evakuasi ODGJ sudah menjadi agenda rutin, ia tetap meminta seluruh personel untuk selalu waspada dan hati-hati dengan segala kemungkinan di lapangan.

Rizal secara khusus mengingatkan jajarannya untuk berkaca pada insiden tragis yang baru-baru ini terjadi di Kebumen, Jawa Tengah. “Kita harus belajar dari kasus yang terjadi di Kebumen baru-baru ini, di mana seorang rekan kita anggota Satpol PP harus kehilangan nyawa akibat dibacok oleh ODGJ saat sedang menjalankan tugas,” ujarnya.

Dikatakan, faktor keselamatan petugas adalah prioritas utama. “Pendekatan persuasif memang diutamakan, namun kewaspadaan diri terhadap potensi bahaya yang tidak terduga harus tetap di tingkat tertinggi,” pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.