Impian Lamar Kekasih Kandas, Satpol PP di Kebumen Tewas di Tangan ODGJ: Rencananya Habis Lebaran
February 04, 2026 10:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Tragedi yang menimpa seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, meninggalkan duka mendalam.

Impian almarhum untuk melangkah ke jenjang pernikahan harus kandas setelah ia tewas saat menjalankan tugas negara.

Padahal, rencana melamar sang kekasih telah disiapkan dan dijadwalkan akan dilakukan usai Lebaran.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti besarnya risiko yang dihadapi aparat daerah ketika bertugas di lapangan.

Baca juga: Tragis! Anggota Satpol PP Tewas Saat Evakuasi ODGJ

Mochamad Faik alias MF (33) gugur saat terlibat dalam proses evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Senin (2/2/2026).

Dalam kejadian tragis itu, MF mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian leher kiri. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga, terungkap rencana pribadi almarhum yang belum sempat terwujud.

Ayah korban, Ahmad Mubarok, mengungkapkan bahwa putranya telah berniat melamar kekasihnya dalam waktu dekat.

"Rencananya, habis Lebaran mau melamar dulu," kata Mubarok, dikutip dari TribunBanyumas.com.

Rencana tersebut, lanjut keluarga, sebelumnya telah disampaikan dan dibicarakan bersama.

Kini, harapan yang sempat disusun itu harus terhenti, seiring kepergian MF yang gugur saat mengabdikan diri menjalankan tugas.

satpol pp di bacok odgj saat evakuasi
satpol pp di bacok odgj saat evakuasi (Tribun Trends)

Neneknya Meninggal saat Melayat

Suasana duka keluarga Faik makin mendalam setelah neneknya, Saliyah juga meninggal dunia di hari yang sama.

Mengutip TribunBanyumas.com, Saliyah meninggal dunia saat melayat cucunya, Senin (2/2/2026) malam.

Baru sampai masuk ke rumah duka, Saliyah lalu jatuh pingsan dan dinyatakan meninggal dunia oleh bidan yang memeriksanya.

Ahmad Mubarok mengatakan, Saliyah langsung bergegas menuju rumah duka setelah mendapat kabar cucunya meninggal dunia.

"Takziah ke sini, belum masuk rumah (sudah jatuh pingsan)," kata Mubarok seusai pemberangkatan jenazah Faik, Selasa (3/2/2026).

Bidan setempat pun langsung mengecek kondisi Saliyah, dan dinyatakan meninggal dunia.

"Diyakinkan sama bidan, diperiksa, sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Kronologi Kejadian

Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari menceritakan, kejadian bermula ketika pihaknya menerima laporan masyarakat bahwa ada ODGJ yang dinilai membahayakan lingkungan sekitar.

Tim pun diterjunkan dengan didampingi tim terpadu seperti TNI-Polri, Puskesmas Alian, dan pihak rumah sakit.

Saat tiba di lokasi, ODGJ tersebut berada di dalam rumah dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.

"Informasi yang kami terima, ODGJ tersebut berada di dalam rumah dan pintu terkunci dari dalam. Selain itu, ada dugaan yang bersangkutan membawa senjata tajam," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Pintu rumah akhirnya didobrak oleh salah satu anggota Koramil.

Namun, ODGJ tersebut sudah bersiap dengan membawa sejumlah senjata tajam.

"Setelah pintu terbuka, diketahui yang bersangkutan memang membawa beberapa senjata tajam, di antaranya celurit, parang, dan linggis," ungkap Ira.

Penanganan awalnya dilakukan dengan pendekatan persuasif, namun situasi berubah ketika pelaku tiba-tiba mengamuk dan mengejar petugas sambil membawa senjata tajam.

"Anggota Satpol PP, yaitu MF, mengalami luka serius di bagian leher sebelah kiri," tutur Ira.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.