Iran dan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan melanjutkan pembicaraan nuklir pada Jumat (6/2/2026) mendatang di Turki.
Jelang perundingan, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan.
Menurutnya, kegagalan mencapai kesepakatan berpotensi memicu situasi berbahaya.
Trump menegaskan bahwa AS telah mengerahkan sejumlah besar kapal militer ke arah Iran.
Lebih lanjut, kapal-kapal besar Angkatan Laut AS kini berada dalam posisi siaga, sembari Washington terus membuka jalur dialog dengan Teheran.
Kesepakatan yang dicapai melalui negosiasi akan menjadi hasil terbaik, namun memperingatkan konsekuensi serius jika perundingan gagal.
Trump juga mengakui bahwa dirinya tidak sepenuhnya yakin kesepakatan dapat terwujud.
Meski sebelumnya tidak menindaklanjuti ancaman intervensi militer, Trump terus menekan Teheran agar bersedia memberikan konsesi terkait program nuklir.
Pekan lalu, Trump menyatakan Iran menunjukkan keseriusan dalam pembicaraan.
Sementara, pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani mengonfirmasi persiapan negosiasi sedang berlangsung.
Utusan Khusus AS, Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, akan bertemu di Istanbul untuk menghidupkan kembali diplomasi terkait program nuklir Iran.
Pertemuan ini juga bertujuan meredakan kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih luas.
Seorang diplomat regional menyebut, perwakilan dari sejumlah negara kawasan, termasuk Arab Saudi dan Mesir turut ambil bagian dalam proses pembicaraan.