TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), menjadi panggung penegasan visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto.
Di hadapan ribuan pejabat daerah, Presiden menuntut adanya kesamaan visi.
Kesamaan visi itu demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali ungkap isi pertemuan dengan Presiden.
Ia hadir langsung dalam pertemuan tersebut.
Ahmad Gazali mengungkapkan, fokus utama arahan Presiden adalah penguatan sinergi.
Kata dia, Prabowo Subianto meminta sinergi antara pusat dan daerah sebagai fondasi tunggal pembangunan.
"Presiden sangat menekankan pentingnya koordinasi yang kuat. Rakornas ini digelar untuk menyamakan visi, langkah, dan persepsi. Tidak boleh ada kebijakan daerah yang berjalan sendiri tanpa selaras dengan program prioritas pusat," ujar Ahmad Gazali kepada Tribun-Timu.com, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 11.05 Wita siang.
Menurutnya, pertemuan itu sekaligus jadi momentum evaluasi kinerja tahun pertama pemerintahan.
Prabowo menyampaikan catatan kritis sekaligus peta jalan menuju ekonomi yang produktif dan inklusif.
Kata Ahmad Gazali, target pertumbuhan ekonomi 8 persen menjadi angka sakral yang ditekankan kepada seluruh kepala daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ahmad Gazali mencatat, daerah diminta aktif menjalankan kebijakan yang mendukung investasi dan produktivitas lokal.
Hal itu dianggap dapat menopang angka pertumbuhan nasional tersebut.
"Arahan ini ditujukan agar kami di daerah, baik eksekutif maupun legislatif serta Forkopimda, aktif mengawal kebijakan tersebut. Ini adalah strategi besar menuju Indonesia Emas 2045," ungkapnya.
Ahmad Gazali menambahkan, berdasarkan data dari Sekretariat Daerah yang dihimpun dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga poin utama yang menjadi komitmen bersama seluruh peserta Rakornas.
Diantaranya pemantapan strategi, penajaman kebijakan, hingga komitmen ekonomi.
Ia menerangkan, pemantapan strategi berarti menjadikan koordinasi pusat-daerah sebagai fondasi utama untuk percepatan pembangunan nasional tanpa hambatan birokrasi.
Sementara penajaman kebijakan, lebih kepada evaluasi berkala terhadap program prioritas agar tepat sasaran di tingkat akar rumput.
"Dan komitmen ekonomi, menjadi bentuk akselerasi pencapaian target ekonomi nasional melalui hilirisasi dan penguatan sektor inklusif di setiap daerah," tandas Ahmad Gazali.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pentingnya persatuan dan pengabdian total seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor pada Senin (2/2/2026).
Acara dihadiri lebih dari 4.400 peserta, termasuk pimpinan kementerian, gubernur, bupati, wali kota, DPRD, dan unsur Forkopimda.
“Presiden Prabowo mengajak seluruh pemimpin untuk berjuang bersama, bersatu padu, dan bekerja tanpa lelah demi menghapus kemiskinan. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada ego sektoral, karena yang kita layani adalah rakyat Indonesia,” ujar Angga Raka Prabowo dikutip Tribunnews.com.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan bersumber dari mandat rakyat.
Karena itu, tanggung jawab utama pemerintah adalah memastikan rakyat hidup sejahtera, adil, dan harmonis.
Ia juga menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap seluruh daerah, tanpa memandang perbedaan politik.
Selain itu, Presiden memaparkan Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, yang mencakup program Asta Cita, 17 Program Prioritas, dan Program Hasil Terbaik Cepat.
Fokus utama strategi ini adalah swasembada pangan dan energi.
“Swasembada pangan adalah pilar utama. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus swasembada pangan. Tidak ada alternatif kalau kita mau merdeka dan sejahtera,” tegas Presiden.
Di sektor energi, Prabowo menyoroti potensi kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang dapat diolah menjadi biodiesel, biosolar, hingga bio-avtur.
Ia bahkan menyebut sawit sebagai miracle crop yang mampu mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan.
Dalam kurun 1 tahun 4 bulan, program ini telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja melalui 22.270 dapur operasional.
Pemerintah menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir 2026, dengan potensi membuka hingga 5 juta lapangan kerja baru.
Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa arahan Presiden akan menjadi kompas moral dan arah kerja seluruh aparatur negara.
“Pemerintah harus hadir dengan kerja nyata, kebijakan yang berpihak, serta komunikasi yang jujur dan transparan kepada rakyat,” tandasnya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana