TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju akhirnya mengungkap penyebab kematian Briptu F, anggota Polri yang ditemukan tewas di sebuah rumah kebun di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Berdasarkan hasil penyelidikan, Briptu F yang bertugas di Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulbar tersebut dinyatakan murni meninggal dunia karena bunuh diri.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, menjelaskan tindakan nekat korban dipicu oleh beban psikologis yang berat terkait hubungan asmaranya.
Korban diketahui menjalin hubungan dengan seorang wanita berinisial H selama lima tahun, namun terganjal restu orang tua.
Baca juga: Hendak Pungut Berondol Sawit di Kebun, Warga Salupangkang Mateng Nyaris Diterkam Buaya
Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Anggota Polda Sulbar di Desa Pokkang Mamuju, Jasad Ditemukan di Perkebunan
"Motifnya karena asmara. Hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua masing-masing karena perbedaan agama," ujar Herman saat ditemui di Mapolresta Mamuju, Rabu (4/2/2026).
Herman menambahkan, korban dan kekasihnya sudah menjalin kasih sejak masih duduk di bangku SMA.
Tekanan mental yang tidak terkendali itulah yang diduga kuat membuat korban memilih mengakhiri hidupnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, polisi menemukan bukti krusial berupa rekaman percakapan telepon antara Briptu F dan kekasihnya, H.
Dalam percakapan tersebut, korban sempat mengutarakan keputusasaannya.
"Pacarnya sempat merekam sambungan telepon itu. Dalam percakapan tersebut, korban menyinggung bahwa tidak ada gunanya hidup jika mereka tidak bisa dipersatukan," lanjut Herman.
Sesaat setelah percakapan itu, korban diketahui masuk ke dalam rumah kebun dalam kondisi psikis yang tidak stabil hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi untuk memperkuat kesimpulan kasus ini.
Saksi-saksi tersebut meliputi dua rekan korban yang b
erada di lokasi sesaat sebelum kejadian, kekasih korban (H), dan kedua orang tua korban.
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik luar oleh tim medis, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Disimpulkan murni bunuh diri. Jenazah sudah dikebumikan oleh pihak keluarga di Kecamatan Kalukku pada Selasa siang," pungkasnya.
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan merasa sendirian.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa mengakses website Into the Light Indonesia di www.intothelightid.org.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi