TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (3/2/2026) sore.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, terdapat dua rumah rusak sedang dan 10 rumah rusak ringan, mayoritas pada bagian atap.
“Satu pohon randu tumbang menimpa atap salah satu rumah warga,” ujar Kristianto.
Baca juga: Dapur SPPG Bersertifikat SLHS di Bondowoso Bertambah Jadi 25 Unit
Usai menerima laporan, tim BPBD Bondowoso langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi pohon tumbang sekaligus melakukan asesmen kerusakan rumah warga terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar dan menyiapkan tindak lanjut penanganan pascabencana.
Baca juga: Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Bondowoso Gelar Ramp Check Bus
Selain di Kecamatan Curahdami, angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Di lokasi tersebut, pohon tumbang menimpa gudang milik warga.
“Bangunan gudang mengalami rusak ringan di bagian atap,” tambah Kristianto.
70 Kejadian Bencana Selama Januari 2026
Kristianto mengungkapkan, sepanjang Januari 2026, BPBD Bondowoso mencatat 70 kejadian bencana di wilayahnya.
Dari jumlah tersebut, cuaca ekstrem menjadi kejadian paling dominan dengan 42 kasus, disusul 13 kejadian banjir dan 15 kejadian tanah longsor.
“Kejadian tertinggi secara berurutan berada di Kecamatan Bondowoso, Cermee, dan Maesan,” terangnya.
Baca juga: Ratusan Pesepeda Jelajahi Rute nan Indah di EJJ 2026, Eksplore Puncak Paltuding Ijen Lewat Bondowoso
Menyikapi tingginya intensitas cuaca ekstrem, BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
Warga diminta menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk serta mewaspadai potensi pohon tumbang, banjir, dan longsor, khususnya di wilayah rawan bencana.