TRIBUNTRENDS.COM - Bukit Mongkrang merupakan salah satu jalur pendakian yang berada di kawasan lereng Gunung Lawu dan cukup dikenal di kalangan masyarakat.
Lokasinya terletak di Dusun Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Bukit Mongkrang mengalami peningkatan kunjungan yang cukup signifikan.
Jalur pendakian ini semakin ramai didatangi oleh para pendaki maupun wisatawan yang ingin menikmati panorama alam di sekitar Gunung Lawu.
Popularitas Bukit Mongkrang semakin meluas setelah terjadi peristiwa hilangnya seorang pendaki asal Colomadu, Karanganyar, bernama Yasid Ahmad Firdaus (26).
Ia dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026).
Kejadian tersebut membuat kawasan Bukit Mongkrang kembali menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan oleh masyarakat luas.
Baca juga: Ketegaran Ayah Yasid Pencarian Anaknya di Mongkrang Dihentikan, Tangis & Pelukan Tim SAR Mohon Maaf
Bukit Mongkrang sejak lama dipercaya sebagai kawasan sakral berdasarkan cerita turun-temurun masyarakat setempat.
Nama Mongkrang lekat dengan kepercayaan bahwa kawasan tersebut merupakan tempat persinggahan para dewa.
Kepercayaan ini menjadikan Mongkrang tidak dipandang sekadar sebagai bukit biasa, melainkan sebagai ruang alam yang memiliki nilai spiritual dan sejarah penting bagi warga sekitar.
Selain dikenal sebagai tempat singgah para dewa, Bukit Mongkrang juga dikaitkan dengan kisah Sunan Lawu, tokoh legenda Jawa yang dipercaya sebagai pengawal Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit.
Warga sekitar meyakini bahwa prajurit-prajurit yang dahulu menjaga kawasan tersebut merupakan bagian dari kisah Sunan Lawu.
Kepercayaan ini memperkuat pandangan bahwa Mongkrang merupakan bagian dari warisan budaya spiritual masyarakat Tawangmangu.
Bukit Mongkrang juga dikenal memiliki sejumlah situs yang dianggap sakral oleh warga.
Di antaranya adalah Candi I dan Candi II yang disebut sebagai peninggalan leluhur.
Meski belum sepenuhnya diteliti secara arkeologis, keberadaan candi-candi tersebut menjadi penanda penting nilai sejarah kawasan Mongkrang.
Selain itu, terdapat lokasi yang dikenal dengan sebutan Kiai Gadung Awuk, yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual tinggi.
Warga juga mengenal Tapak Nogo, tempat yang menurut legenda merupakan jejak naga sebagai simbol perlindungan dan kekuatan alam.
Secara fisik, Bukit Mongkrang memiliki karakteristik unik.
Vegetasinya didominasi ilalang dan rumput liar dengan sedikit pepohonan tinggi. Kondisi tanah yang panas dan terbuka membuat kawasan ini memiliki panorama luas tanpa halangan pandang.
Dalam beberapa tahun terakhir, fungsi Bukit Mongkrang mengalami pergeseran menjadi destinasi wisata pendakian yang populer.
Jalur pendakian yang relatif singkat dan pemandangan terbuka Gunung Lawu menjadi daya tarik utama.
Meningkatnya aktivitas wisata pendakian membawa tantangan tersendiri.
Hingga kini belum pernah dilakukan ritual atau doa bersama secara khusus oleh pengelola maupun masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan budaya.
Padahal, dalam kepercayaan lokal, setiap kawasan sakral diyakini memiliki penguasa atau penjaga yang patut dihormati.
Baca juga: Tim SAR Tutup Pencarian Yasid di Mongkrang, Warga & Pengelola Berencana Lanjutkan: Pencarian Mandiri
Mitos Gunung Mongkrang menjadikan kawasan ini lebih dari sekadar destinasi wisata alam.
Salah satu legenda paling dikenal adalah kisah Prabu Brawijaya yang disebut pernah bertapa di Gunung Mongkrang untuk mencari petunjuk hidup.
Kepercayaan ini diperkuat dengan temuan arca dan batu bertulis di sekitar kawasan.
Gunung Mongkrang juga dipercaya memiliki energi spiritual kuat, sehingga dianggap cocok untuk bertapa.
Cerita tentang cahaya misterius, suara-suara asing, hingga penampakan makhluk halus turut memperkuat aura mistis gunung ini di mata masyarakat dan pendaki.
Dikutip dari laman resmi pesonakaranganyar.karanganyarkab.go.id, puncak Gunung Mongkrang terletak di selatan Bukit Candi dan dipisahkan oleh lembah yang cukup dalam.
Puncaknya didominasi hamparan padang rumput luas tanpa pepohonan, menciptakan lanskap terbuka yang eksotis.
Untuk mencapai puncak, pendaki harus melewati jalur menanjak berbatu dengan tanjakan curam yang cukup menguras tenaga.
Meski tidak setinggi gunung-gunung besar di sekitarnya, perjalanan menuju puncak Mongkrang tetap menantang.
Namun, rasa lelah tersebut terbayar dengan panorama alam luas yang membentang sejauh mata memandang, menjadikan Bukit Mongkrang sebagai destinasi yang memadukan keindahan alam, sejarah, dan nilai spiritual.
(TribunTrends/TribunSolo)