Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta agar rumah susun (rusun) atau rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah Jakarta, tak lagi menggunakan atap seng.
“Saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta udah nggak boleh lagi pakai seng,” kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota, Rabu.
Adapun perintah Pramono ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
“Jadi hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden. Karena memang bagi Jakarta juga lebih baik,” ujar Pramono.
Kendati demikian, Pramono belum menjelaskan secara rinci terkait rumah-rumah di permukiman warga yang sudah lebih dulu menggunakan atap seng.
Pramono belum menegaskan apakah nantinya atap seng di rumah permukiman warga juga akan diganti menggunakan genteng.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng berbahan tanah liat atau "gentengisasi" sebagai bagian dari upaya memperindah wajah Indonesia.
Saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2) Presiden mengatakan bahwa penggunaan atap seng masih banyak mendominasi rumah-rumah di Indonesia.
Menurutnya, hal ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kurang indah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan penghuni rumah karena cenderung panas dan mudah berkarat.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo.
Gagasan proyek gentengisasi nasional ini, kata Prabowo, akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi.
Nantinya, koperasi akan dilengkapi dengan pabrik genteng skala lokal, yang peralatannya relatif terjangkau. Selain itu, bahan baku yang digunakan juga mudah diperoleh, karena berasal dari tanah yang dapat dicampur dengan bahan lain agar lebih ringan dan kuat.
Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan berubah lebih indah, serta terbebas dari atap-atap seng berkarat yang dinilai sebagai simbol kemunduran.







