Staf Kecamtan yang Hanyut saat Banjir Bandang Panti Jember, Ditemukan di Sungai Bedadung
February 04, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Staf Kecamatan Panti, Abdul Wahid, yang hanyut saat banjir bandang di Sungai Badean, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Bedadung, tepatnya di wilayah Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Selasa (3/2/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. Sungai Bedadung diketahui merupakan hilir dari Sungai Badean.

Korban merupakan staf pelayanan umum Pemerintah Kecamatan Panti yang sebelumnya dilaporkan hanyut saat banjir bandang menerjang wilayah tersebut, Senin malam (2/2/2026).

Baca juga: Staf Kecamatan di Jember Terseret Banjir Saat Menyelamatkan Dokumen

Ditemukan Nelayan

Kaur Bin Ops Polairud Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat.

“Korban ditemukan oleh nelayan Dusun Getekan, Desa Puger Wetan, tersangkut di barongan bambu di area sungai,” ujar Agus.

Setelah menerima laporan, petugas Polairud bersama tim SAR mendatangi lokasi dan memastikan identitas korban.

“Setelah kami datangi TKP, ternyata benar itu adalah sosok korban yang diduga hanyut akibat banjir bandang di Pakis sekitar pukul 21.00 WIB malam sebelumnya,” tambahnya.

Baca juga: Kakek Penjual Kopi Dibegal di Jember, Luka Parah Hingga Dua Hari Tak Sadarkan Diri 

Dievakuasi

Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke Puskesmas Puger untuk dilakukan visum luar.

“Di Puskesmas Puger, perwakilan perangkat Desa Pakis membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Bapak Wahid, staf Kecamatan Panti,” jelas Agus.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pakis, Kecamatan Panti, untuk dimakamkan.

Agus menambahkan, operasi pencarian dilakukan oleh dua tim SAR gabungan dengan metode penyisiran dari arah hulu dan hilir Sungai Badean.

Baca juga: Satlantas Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

“Pencarian dilakukan melalui jalur darat di bantaran sungai karena kondisi air deras dan keruh tidak memungkinkan penyelaman,” tuturnya.

Tim dari hilir melakukan pemantauan aliran sungai mulai dari Pelawangan Puger hingga ke arah Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan penanganan pascabencana oleh pihak terkait.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.