TRIBUNJOGJA.COM - Traveling ke negara non-Muslim bukan berarti harus bertahan hidup cuma dengan makan mi instan dari rumah.
Meski mencari logo halal nggak semudah di negeri sendiri, sebenarnya banyak celah yang bisa dimanfaatkan supaya tetap bisa makan enak dan aman di luar negeri.
Mulai dari trik pakai aplikasi sampai cara bertanya ke pelayan resto, ini 5 tips simpel yang wajib Anda tahu jika mencari restoran halal ke negara non-Muslim:
Aplikasi ini biasanya memiliki ulasan dari sesama traveler muslim yang sangat mendetail.
Jika sulit menemukan logo halal secara eksplisit, carilah restoran dari negara yang mayoritas penduduknya muslim atau memiliki tradisi menyembelih daging secara halal.
Biasanya, mereka lebih mudah ditemukan di negara non-muslim:
Setiap negara biasanya memiliki lembaga sertifikasi halal sendiri. Kenali logonya sebelum berangkat.
Misalnya, di Jepang ada Japan Halal Association, di Korea ada KMF (Korea Muslim Federation), atau logo MUIS jika kamu ke Singapura.
Terkadang restoran tidak memajang logo di depan pintu, tapi menyimpannya di kasir atau menu. Jangan ragu untuk bertanya.
Jika tidak ada sertifikasi resmi, kamu harus menjadi detektif kuliner.
Jangan hanya bertanya "Is this halal?", karena terkadang pelayan tidak paham maksudnya.
Gunakan pertanyaan yang lebih spesifik seperti "Does this dish contain pork, lard, or alcohol?" (Apakah mengandung babi, lemak babi, atau alkohol?)
Jika ragu, pilihlah opsi Vegan atau Seafood yang lebih aman dari kontaminasi daging non-halal.
Lokasi menentukan kemudahan. Cobalah mencari akomodasi di area yang dekat dengan Masjid atau pemukiman komunitas Muslim (seperti Little India atau area komunitas Arab).
Di sekitar Masjid biasanya selalu ada kedai makanan halal, supermarket yang menjual daging halal, hingga toko roti yang aman dikonsumsi.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)