Ramadan di Kampus UGM 2026: Bakal Ada Menteri Agama, Menkeu Purbaya hingga Menko AHY
February 04, 2026 11:00 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masjid Kampus UGM kembali akan menggelar kegiatan Ramadan di Kampus pada bulan Ramadan 1447 H/ 2026 tahun ini.

Sederet kegiatan mulai buka puasa bersama, sahur bersama, salat tarawih hingga tausiyah dan kajian bakal mengisi rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus kali ini.

Termasuk juga menghadirkan sejumlah tokoh-tokoh nasional yang akan menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Hal ini memang telah menjadi tradisi rutin Ramadan tiap tahunnya di Masjid Kampus UGM.

Koordinator Takmir Muda Masjid Kampus UGM, Indra Oktafian Hidayat, menuturkan tahun ini pihaknya mengusung tema “Merajut Harmoni Sosial sebagai Pilar Pembangunan Manusia Indonesia.”

Tokoh-tokoh yang dikonfirmasi hadir antara lain Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar; Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno; Wakil Presiden RI periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla; Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI, Agus Harimurti Yudhoyono dan lain-lain.

“Ini menjadi ciri khas RDK (Ramadan di Kampus) UGM, menjawab permasalahan umat. Jadi kami riset dulu, kemudian terbentuk risalah permasalahan, kemudian disusun menjadi tema besar dan tema turunannya. Ada yang pembahasan kenegaraan, ekonomi, sosial, politik, teknologi, lingkungan. Sehingga kami memilih pembicara yang kompeten dan cocok untuk mengisi tema-tema tersebut,” pungkasnya.

Baca juga: Kisah Ryaas Amin, Mahasiswa UGM Biayai Kuliah Sendiri Sambil Jadi Driver Ojol

Sediakan Menu Buka Puasa dan Sahur

Selain kajian, Masjid Kampus UGM juga bakal menyediakan 1.500 porsi buka puasa dan 500 porsi untuk sahur setiap hari selama Ramadan 1447 H.

Indra mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan beberapa katering untuk menyediakan menu buka puasa dan sahur.

Kolaborasi ini dilakukan untuk pemberdayaan UMKM.

Menurutnya, yang dikedepankan adalah memuliakan jemaah.

Sehingga menu berbuka yang disajikan kepada jemaah dengan gizi seimbang, memuat protein, karbohidrat, serat, dan lain-lain.

Protein yang disajikan adalah daging ayam dan sapi yang dimasak dengan berbagai jenis masakan, seperti sate lilit ayam, ayam cabai ijo, ayam teriyaki, steak ayam tepung, rendang dan lain-lain.

Selain ayam, pihak Masjid Kampus UGM juga menyediakan berbagai olahan ikan, seperti bandeng selimut, tuna balado serta nila bakar madu. 

“Kami bekerja sama dengan beberapa katering juga, tidak cuma satu katering. Tujuannya ya untuk memberdayakan juga. Sekitar empat atau lima katering. Untuk menu ini tidak ada alasan spesifik, kami cuma ingin memuliakan jemaah,” katanya.

Ia menyebut Masjid Kampus UGM terbuka untuk masyarakat umum, termasuk mahasiswa.

Melalui penyediaan buka puasa dan sahur di Masjid Kampus UGM, diharapkan mahasiswa bisa menghemat pengeluaran selama Ramadan.

“Untuk masyarakat umum dipersilakan ke Masjid Kampus UGM. Tidak ada persyaratan khusus. Nanti kami menggunakan sistem kupon. Untuk berbuka, kami akan memberikan kupon saat kajian menjelang magrib. Kemudian untuk sahur, kalau dari tahun lalu mulai jam 02.00 itu sudah dibagi kuponnya, nanti dibagikan sekitar jam 03.00 (untuk sahur),” ujarnya.

“Di Jogja itu kan banyak mahasiswa. Kalau beli daging mungkin agak mahal, sehingga ketika Ramadan harapannya bisa berhematlah, kemudian mengambil buka puasa maupun sahur di Masjid Kampus. Kami juga ingin mempermudah teman-teman mahasiswa di Yogyakarta selama Ramadan. Kalau bisa pengeluarannya Rp 0. Itu sih visinya,” sambungnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.