Murid Kelas 5 SD di Pangandaran Jualan Sate Totok Seribuan Untuk Bantu Beli Beras
February 04, 2026 12:18 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Aktivitas hari-hari ‎Khoenunisa (11), murid kelas V di SDN 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran berjualan sate totok di lingkungan sekolahnya.

Khoenunisa rela berjualan sate totok demi membantu perekonomian keluarga. Satu di antaranya, membeli beras untuk makan sehari-hari.

‎Gadis mungil yang akrab di sapa Nisa itu tinggal di rumah sederhana bersama neneknya di RT 4/1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang. 

Beberapa tahun lalu, ‎ayah Nisa meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Citanduy. Sedangkan ibu kandungnya bekerja di luar daerah.

‎Setiap pagi hari, Nisa disibukkan membantu neneknya menusuk totok menggunakan tusukan yang terbuat dari lidi bambu.

Baca juga: Polda Jabar Evaluasi Sistem Pengamanan Pantai Pangandaran Jelang Peningkatan Kunjungan Wisata


‎‎Setiap hari sebelum bel masuk berbunyi, Nisa membantu neneknya berjualan sate totok di sekitar lingkungan sekolah.

‎Tangannya yang kecil, itu terlihat lincah membantu membungkus sate totok dan juga melayani pembeli dengan sopan seperti halnya seorang pedagang.

‎Sewaktu bel masuk berbunyi, kemudian Nisa berganti peran menjadi seorang pelajar yang tekun mengikuti pelajaran di sekolah.

Di sela-sela waktu istirahat, Nisa kembali menghampiri neneknya untuk kembali berjualan sate totok khas Kalipucang itu. 

Dengan membantu neneknya, ‎Nisa belajar bagaimana membangun kemandirian dan menjadi pedagang yang bertanggungjawab.

"Saya sudah lama berjual (sate totok) bantuin embah (nenek), buat beli beras," ujar Nisa kepada Tribun di sela sela aktivitasnya di SDN 2 Kalipucang, Rabu (4/2/2026) pagi.

padnajualansate
JUALAN SATE - Aktivitas hari-hari ‎Khoenunisa (11), siswi kelas V di SDN 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran berjualan sate totok di lingkungan sekolahnya, Rabu (4/2/2026)

Sekali berjualan, ada sebanyak 40 sate totok yang di jual di lingkungan sekolah dengan harga Rp 1000 per tusuk."Kalau habis, embah (nenek) saya bawa uang Rp 40 ribu," katanya.

Meski banyak teman-teman sebayanya, Ia mengaku tidak malu berjualan sate totok di lingkungan sekolahnya. 

"Saya tinggal di rumah bersama embah, bapak sudah enggak ada (meninggal), ibu di luar kerja," ucap Nisa terbata bata.

Sementara‎ Wali kelas 5 SDN 2 Kalipucang, Silviana Maya, mengatakan, Khoenunisa dikenal sebagai anak yang santun dan tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah.

‎"Nisa anaknya rajin dan sopan. Sebelum sekolah membantu neneknya berjualan, di sekolah," ujarnya.

‎Meski sehari hari disibukkan berjualan sate totok, Nisa tetap fokus belajar dan tidak pernah mengeluh. ‎"Nisa sangat luar biasa untuk anak seusianya," kata Silviana.

‎Tentu, Nisa ini menjadi satu contoh nyata bagi pendidikan karakter yang sudah tumbuh dari kehidupan sehari-hari.

‎"Jadi, nilai pekerja keras, kepedulian terhadap keluarga, dan rasa hormat sudah ada dari sekarang," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.