Respons Tri Adhianto Soal Ide Prabowo Libatkan Pelajar Tangani Sampah Sejak Dini
February 04, 2026 01:50 PM

 

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, KOTA BEKASI- Tri Adhianto merespons arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto terkait penanganan persoalan sampah yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Dalam Rakornas tersebut, Prabowo menekankan pentingnya langkah konkret dan berkelanjutan dalam menyikapi persoalan sampah, termasuk mengenalkan proyek gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Menanggapi hal itu, Tri menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sejatinya telah menjalankan sejumlah program penanganan sampah yang melibatkan pelajar sejak usia dini, bahkan sebelum arahan tersebut disampaikan.

“Ya. Kan sebetulnya proses itu secara bertahap kemarin sudah kita lakukan, di mana untuk setiap hari Rabu itu kita ajak anak-anak SD, SMP untuk kemudian kerja bakti di alun-alun, kerja bakti di hutan kota. Hanya memang kan situasinya kemarin kan hujan, jadi sempat berhenti,” kata Tri kepada Tribun Bekasi, Selasa (3/2/2026).

Tri menjelaskan, keterlibatan pelajar tidak hanya sebatas kegiatan kerja bakti, tetapi juga diarahkan pada proses edukasi lingkungan secara menyeluruh. 

Satu contohnya melalui kegiatan berkemah yang disiapkan sebagai bagian dari pembelajaran langsung di alam terbuka.

“Termasuk yang akan kami lakukan adalah melatih mereka untuk camping. Nah, jadi itu sudah kami persiapkan, termasuk jumlah WC yang ada di hutan kota ya, terus kemudian kami juga sudah buat kafe-kafe di sana,” jelasnya.

Menurut Tri, langkah tersebut merupakan bagian dari pendidikan dan edukasi agar pelajar memiliki cara pandang yang lebih baik terhadap sampah, sekaligus memahami dampaknya terhadap lingkungan.

“Itu menjadi satu proses pendidikan edukasi buat anak-anak sekolah, mereka bisa menyikapi memandang sampah menjadi sesuatu yang sangat luar biasa, karena memang harus ada tindakan revolusioner hari ini bagaimana kami menyikapi sampah yang terus bertambah,” ujarnya.

Tri menuturkan, peningkatan jumlah penduduk di Kota Bekasi berbanding lurus dengan tingginya produksi sampah, sehingga diperlukan langkah serius dan berkelanjutan.

“Ya apalagi Kota Bekasi ini kan jumlah penduduknya terus meningkat, dan pasti produksi sampahnya juga sangat besar,” tuturnya.

Tri menyampaikan, sebelum sebelum adanya ide dari Prabowo, ia memastikan hal itu sudah dilakukan, termasuk penertiban spanduk dan baliho yang dinilai mengotori wajah kota.

Ia mencontohkan kawasan Jalan Ahmad Yani yang kini bersih dari spanduk liar, serta penertiban reklame yang tidak berizin maupun dalam kondisi rusak.

“Makanya kalau hari ini kelihatan kan hampir di Ahmad Yani itu tidak pernah ada yang namanya spanduk. Coba perhatikan. Karena itu saya kendalikan betul ya,” ucapnya.

Tri menegaskan peran Satpol PP yang telah dibekali peralatan untuk menertibkan reklame bermasalah.

“Termasuk hari ini Satpol juga sudah saya berikan alat gerindra. Jadi kalau yang reklame yang memang betul-betul sudah tidak mengurus izin, kemudian yang kedua dalam kondisi yang rusak, mereka harus kami tebas,” tegasnya.

Terkait efektivitas pelibatan sekolah, Tri menilai langkah tersebut sangat strategis karena pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini.

“Saya kira sangat efektif, karena kan hari ini bagaimana pendidikan itu kan dimulai dari sejak usia dini ya,” ujarnya.

Selain itu, Tri mengungkapkan Pemkot Bekasi juga menjalankan program sedekah sampah serta mewajibkan setiap RW memiliki bank sampah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Makanya kita kan punya program sedekah sampah setiap hari Jumat ya, sehingga kita cerdaslah ya bagaimana menilai sampah. Belum lagi kan kita juga uang yang 100 juta itu kan satu kewajiban RW untuk kemudian mereka punya bank sampah,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.