Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulawesi Utara (Sulut) mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,04 persen pada Januari 2026.
Di mana, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,33.
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
Inflasi berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain: konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Selain itu, ketidakstabilan ekonomi dan tingkat penjualan juga menimbulkan inflasi.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 4,05 persen dengan IHK sebesar 108,22.
Sementara inflasi terendah terjadi di Minahasa Selatan sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 109,67.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Agus Sudibyo menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.
Kelompok dimaksud, yaitu:
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu:
"Adapun tigkat inflasi secara month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) Sulawesi Utara bulan Januari 2026 sebesar 0,67 persen," ujar Agus, Rabu 4 Februari 2026.
Sementara itu, jika dilihat dari komoditas, pendorong inflasi Sulawesi Utara Bulan Januari ialah tomat, Ikan Cakalang, emas perhiasan, Ikan Malalugis dan Ikan Tude.
Sementara itu, sejumlah komoditas menahan inflasi, yakni cabai rawit, bawang merah, angkutan udara, cabai merah dan telur ayam ras.
Lebih jauh Agus menjelaskan fenomena inflasi di Bulan Januari.
Pada bulan Januari 2026 hargakomoditas tomat mengalami kenaikan karena stok di pasar terbatas setelah berakhirnya musim panen dan cuaca hujan.
Ini berdampak pada kualitas tomat kurang baik sehingga pasokan yang masuk dari Minahasa dan Minahasa Selatan berkurang.
Kemudian, kenaikan harga Ikan Cakalang/Ikan Sisik. Harga ikan mengalami kenaikan pada Januari 2026 karena kondisi cuaca yang kurang mendukung sehingga aktivitas melaut nelayan terganggu.
Hal tersebut menyebabkan produksi hasil tangkapan menurun sehingga pasokan ikan ke pasar berkurang.
Lalu, harga emas perhiasan terus mengalami kenaikan karena mengikuti pergerakan harga emas global yang mencapai US$ 5.000 per troy ons pada Januari 2026.
Sedangkan penurunan harga cabai rawit pada Bulan Januari karena melimpahnya stok akibat musim panen di daerah sentra produksi seperti Minahasa dan Minahasa Utara serta tambahan pasokan dari Gorontalo.
Sulawesi Utara (disingkat Sulut) adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia, dengan ibu kota terletak di kota Manado.
Sulawesi Utara atau Sulut berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudra Pasifik di sebelah timur, Laut Maluku dan Teluk Tomini di sebelah selatan, Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo di sebelah barat, dan Provinsi Davao Occidental di sebelah utara. Penduduk Sulawesi Utara pada akhir tahun 2024 berjumlah 2.645.291 jiwa, dan luas wilayahnya adalah 13.892,47 km2.
Sulawesi Utara memiliki kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 287 pulau dengan 59 di antaranya berpenghuni.
Wilayah administratif Sulawesi Utara terbagi menjadi 4 kota dan 11 kabupaten dengan 1.664 desa/kelurahan. Sulawesi Utara terbagi menjadi dua zona yaitu zona selatan yang berupa dataran rendah dan dataran tinggi serta zona utara yang meliputi kepulauan.
Zona ekonomi eksklusif Sulawesi Utara mencapai 190.000 km2 dengan pesisir pantai sepanjang 2.395,99 km dan luas hutan mencapai 701. 885 hektare.
Wilayah Sulawesi Utara juga memiliki banyak gunung berapi, dikarenakan letaknya yang berada di tepian Lempeng Sunda.(ndo)