CATATAN: Depresi dan munculnya keinginan bunuh diri bukanlah hal sepele. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh atau fisik. Jika gejala depresi semakin parah, segeralah menghubungi dan berdiskusi dengan profesional seperti psikolog, psikiater, maupun langsung mendatangi klinik kesehatan jiwa. Konsultasi online secara gratis juga bisa diakses melalui laman Healing119.id.Kementerian Kesehatan buka suara soal kejadian bocah 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia karena bunuh diri. Anak berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Ngada itu sempat meninggalkan surat terakhir sebelum meninggal dunia.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Pambudi, MPHM mengatakan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dan melakukan pendalaman data dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT dan Dinkes Kabupaten Ngada. Salah satu yang diperiksa adalah sistem skrining kesehatan jiwa yang ada di wilayah tersebut.
"Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan langkah tindak lanjut yang diambil berbasis data dan berorientasi pada penguatan sistem ke depan," ujar dr Imran pada detikcom, Rabu (4/2/2026).
dr Imran menekankan upaya pencegahan bunuh diri pada anak tidak bisa ditangani oleh satu sektor atau melalui satu pendekatan semata.
Perlindungan anak membutuhkan kerja sama lintas sektor di tingkat daerah. Ini meliputi sistem pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, sektor sosial, serta peran aktif pemerintah daerah sebagai koordinator utama dalam menyatukan langkah pencegahan.
"Pendekatan ini penting karena faktor risiko sering kali muncul dalam konteks rumah, sekolah, dan lingkungan sosial, yang tidak selalu teridentifikasi melalui layanan kesehatan semata," ungkap dr Imran.
Imran mengingatkan aksi bunuh diri dalam konteks anak tidak dapat hanya dipahami dari aspek kesehatan jiwa saja. Perilaku tersebut bersifat multifaktorial yang dipengaruhi interaksi berbagai faktor biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan.
Menurutnya, kondisi kemiskinan, kerentanan sosial ekonomi keluarga, keterbatasan akses pendidikan dan layanan dasar, relasi dalam keluarga, serta dinamika pergaulan dan lingkungan sekolah dapat menjadi faktor-faktor yang memperberat tekanan psikologis anak.
"Oleh karena itu, pendalaman data dan investigasi lapangan perlu dilakukan secara komprehensif dan lintas sektor, dengan kehati-hatian dalam menarik kesimpulan," ujar dr Imran.
dr Imran mengatakan tugas Kemenkes berperan dalam promosi dan peningkatan literasi kesehatan jiwa, deteksi dini, dan penyediaan layanan. Kemudian pihaknya akan terus melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk antar kementerian, untuk melakukan pencegahan secara terpadu.
"Kami meyakini bahwa pencegahan bunuh diri pada anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa promosi kesehatan jiwa, deteksi dini, pendampingan yang konsisten, serta kehadiran sistem yang responsif sangat penting agar anak tidak menghadapi tekanan hidupnya sendirian," tandasnya.







