TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai memperkuat strategi 4K.
Langkah ini diambil guna meredam potensi kenaikan harga komoditas pokok yang biasanya terdorong oleh tingginya permintaan musiman, baik di pasar tradisional maupun modern.
Adapun strategi 4K tersebut meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Deputi Direktur BI Lampung, Alex Kurniawan, menyatakan bahwa kerangka kerja ini disiapkan secara matang guna menjaga inflasi tetap terkendali selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung memperkuat Strategi 4K untuk menjaga harga pangan tetap stabil," ungkap Alex Kurniawan, Rabu (4/2/2026).
Strategi pertama yang ditekankan adalah Keterjangkauan Harga, dengan melakukan intervensi langsung di lapangan melalui operasi pasar untuk menstabilkan harga komoditas strategis yang mulai merangkak naik di awal tahun.
"TPID akan menggelar operasi pasar komoditas pangan strategis di sejumlah titik pada Februari-Maret, serta memfasilitasi subsidi ongkos angkut agar pasokan dari daerah pemasok tetap lancar dan harga terjaga," jelas Alex.
Selain harga, Ketersediaan Pasokan juga menjadi fokus utama guna mencegah kelangkaan barang yang kerap memicu kepanikan konsumen (panic buying).
BI memastikan stok pangan dipantau setiap hari melalui sistem peringatan dini dan koordinasi antardaerah yang solid.
Untuk menjamin stok barang aman dari permainan tengkulak atau spekulan, BI mendorong penguatan rantai pasok yang transparan.
"Stok dan harga dipantau secara rutin, distribusi antardaerah diperkuat, dan koordinasi dengan Satgas Pangan terus dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi," tegasnya.
Sisi kelancaran distribusi diperkuat melalui koordinasi lintas instansi, termasuk penambahan frekuensi moda transportasi logistik.
Sementara pada sisi komunikasi efektif, masyarakat diajak untuk mulai berbelanja secara bijak.
"TPID akan menggelar rapat tingkat tinggi dan mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta mendiversifikasi konsumsi pangan," tambahnya.
Tak hanya fokus pada pangan lokal, BI juga menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah untuk menekan risiko imported inflation (inflasi barang impor) menjelang Lebaran.
Salah satunya dengan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen pada Januari 2026.
"Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui bauran kebijakan yang konsisten dan terukur, termasuk intervensi di pasar valas, DNDF, dan SBN untuk meredam volatilitas. Dengan Rupiah yang stabil, tekanan harga barang impor dapat ditekan," Kata Alex.
Melalui langkah komprehensif ini, Bank Indonesia optimistis inflasi di Lampung pada akhir 2026 tetap terkendali dan sejalan dengan target nasional sebesar 2,5 -+ 1 persen.(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)