Ketua Yayasan Pelita Harapan (YPH) James Riady menegaskan bahwa pendidikan anak sejatinya dimulai dari keluarga. Menurutnya, kesuksesan anak dimulai dari rumah bukan sekolah.
"Saya melihat ibu-bapak saya akur, bapak saya menjadi pemimpin yang kuat, bapak saya terus mendukung dia. Jadi di pandangan saya, keluarga itu baik sekali," katanya dalam acara Seminar Natal Nasional 2025 di Ruang Grand Chapel, UPH Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Selasa (3/2/2026).
James menekankan, kekuatan pendidikan nasional sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Khususnya relasi suami-istri sebagai fondasi utama.
"Di sana lah anak-anak kita belajar. Semua pendidikan itu di rumah dulu. Belajar mengenai kasih," katanya.
Keluarga: Institusi Pendidikan Pertama
Bos Lippo Group tersebut menjelaskan bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan pertama yang membentuk karakter anak. Di rumah, anak dilatih nilai-nilai dasar seperti kasih hingga tanggung jawab.
"Di rumah. Belajar mengenai disiplin. Belajar mengenai keuangan di rumah. Belajar mengenai. Apa? Kesehatan. Siapa sakit, apanya, bagaimana," katanya.
Ia juga mengingatkan kepada orang tua supaya tidak langsung menyalahkan sekolah saat anaknya gagal. Namun, lihat dahulu peranannya sebagai keluarga.
"Belajar di rumah. Belajar mengenai pendidikan. Semua di rumah, bukan di sekolah," katanya.
3 Pilar Utama Kesuksean Anak
Menurut James, pendidikan yang ideal harus ditopang oleh tiga pilar utama. Ketiganya juga harus saling bersinergi, yakni rumah, sekolah, dan tempat ibadah.
"Rumah, sekolah, tempat ibadah, gereja. Tiga ini sinkron. Baru anak kita dapat kesempatan yang terbaik," ungkapnya.
James berpendapat jika ketiganya berjalan sejalur, anak akan punya peluang lebih besar berkembang secara utuh. Baik dalam segi perkembangan akademik maupun karakter.
"Di negara komunis. Anak-anak kita itu milik partai komunis. Jadi partai komunis yang menentukan arah dan isi pendidikan. Di negara-negara timur. Komunisnya. Anak-anak itu milik orang tua. Jadi orang tua yang menentukan arah dan isi pendidikan," bebernya.
James turut menekankan peran orang tua dalam menentukan arah pendidikan anak. Ia menyebut anak bukan milik negara maupun orang tua, melainkan anugerah Tuhan.
"Tapi sebagai orang Kristen. Firman Tuhan mengatakan. . Adalah pemberian Tuhan. Jadi anak-anak kita milik Tuhan. Artinya kita membesarkan anak-anak kita dengan otoritas yang . Artinya otoritas kita adalah . berarti hanya kita bisa gunakan sesuai dengan tujuan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita," pesannya.







