Kecam Pemda Ngada, Gubernur Melki: Negara Gagal Jika Anak Meninggal karena Buku dan Bolpoin
February 04, 2026 03:39 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),  Melki Laka Lena, menyampaikan pernyataan keras terhadap Pemerintah Kabupaten Ngada menyusul meninggalnya seorang siswa sekolah dasar yang diduga bunuh diri akibat persoalan buku dan bolpoin.

Pernyataan tegas itu disampaikan Gubernur Melki saat sambutan pada acara launching dan peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.

"Tadi malam saya cek terakhir, belum ada perwakilan Pemda Ngada yang turun ke rumah duka. Ini gila namanya. Dalam situasi seperti ini, kita gagal sebagai pemerintah," tegas Gubernur Melki.

Ia menyatakan rasa malu sebagai kepala daerah atas peristiwa tersebut. Menurutnya, negara dan pemerintah daerah telah lalai dalam melindungi warganya, terlebih anak-anak.

"Malu saya sebagai gubernur. Masa ada warga negara yang mati karena hal seperti ini. Kalau ini terjadi, berarti kita gagal mengurus warga kita sendiri," katanya dengan nada keras.

Gubernur Melki menegaskan, korban meninggal bukan karena persoalan sepele, melainkan karena kemiskinan yang tidak tertangani oleh sistem pemerintahan dan sosial.

Baca juga: Gubernur Melki Laka Lena Tak Habis Pikir Ada Anak NTT Meninggal Gegara Kemiskinan

"Di saat kita duduk dengan nyaman, ada seorang warga Indonesia asal NTT, khususnya di Kabupaten Ngada, yang mati karena dia miskin," ujarnya.

Untuk memastikan informasi tersebut, gubernur mengaku telah menghubungi langsung pimpinan daerah setempat. Namun hingga beberapa waktu, tidak mendapat respons.

"Saya kirim pesan WhatsApp ke pimpinan daerahnya, tapi lama sekali responnya. Karena itu saya perintahkan orang saya untuk turun langsung mengecek ke lapangan," ungkapnya.

Gubernur Melki menilai peristiwa ini sebagai kegagalan menyeluruh, tidak hanya pemerintah, tetapi juga pranata sosial dan keagamaan.

"Pranata agama gagal, pranata sosial gagal, pemerintahan juga gagal, sampai orang bisa mati karena miskin seperti ini," tegasnya.

Ia menekankan agar kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di wilayah NTT dan meminta seluruh kepala daerah lebih peka serta hadir secara nyata di tengah masyarakat.

"Kejadian seperti di Ngada ini harus menjadi yang pertama dan terakhir," pungkas Gubernur Melki.

Disclaimer

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.