BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) memastikan kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan pangan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan yakni menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan GPM akan dilaksanakan satu kali menjelang Ramadan, tepatnya pada 11 Februari 2026 di halaman Kantor Kecamatan Gabek.
"Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta menyambut bulan suci Ramadan," kata Yiyi, kepada Bangkapos.com, Rabu (4/2/2026).
Tak hanya menjelang Ramadan, Pemkot Pangkalpinang juga telah menyiapkan pelaksanaan GPM pada awal bulan puasa serta satu kali lagi menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah tersebut diambil untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan.
Dalam pelaksanaannya, GPM akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari beras SPHP, bumbu dapur, hingga produk-produk hasil Kelompok Wanita Tani (KWT). Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Diakui Yiyi, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, geliat aktivitas pasar di Kota Pangkalpinang mulai terasa. Permintaan bahan pangan perlahan meningkat seiring tradisi keagamaan dan persiapan masyarakat menyambut ibadah puasa. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat.
Dispaper Kota Pangkalpinang mencatat sejumlah komoditas yang dinilai rawan mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai, ayam ras, bawang merah, bawang putih, hingga Minyakita. Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman selama Ramadan.
Yiyi mengungkapkan, hingga akhir Januari 2026, sebagian besar harga bahan pokok di Pangkalpinang masih berada dalam kondisi relatif stabil. Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan tipis pada beberapa komoditas tertentu.
"Secara umum masih stabil, meskipun memang ada kenaikan kecil pada beberapa bahan pangan," ujarnya.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Pangkalpinang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) rutin menggelar rapat koordinasi mingguan. Rapat tersebut bertujuan memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok pangan di pasaran.
Selain faktor Ramadan, Dispaper juga memperhitungkan tradisi lokal yang kerap meningkatkan konsumsi pangan masyarakat, seperti Ruahan dan Perang Ketupat.
"Kegiatan adat dan keagamaan seperti Ruahan dan Perang Ketupat biasanya berdampak pada meningkatnya konsumsi telur, daging, dan cabai. Ini menjadi perhatian kami dalam pengendalian pasokan dan harga," tambah Yiyi.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)