TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Bantul mulai lakukan layanan jemput bola pemutakhiran data Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala BPKPAD Bantul, Istirul Widilastuti, mengatakan layanan tersebut menjadi terobosan baru untuk menyelesaikan permasalahan di lingkup masyarakat terkait PBB-P2 sekaligus mendukung transparansi, efisiensi, serta peningkatan akurasi pencatatan dan pelaporan penerimaan pajak daerah.
Lebih lanjut, ia mencontohkan, bahwa ada sebidang tanah yang dibeli oleh orang pada 10 tahun yang lalu.
Akan tetapi, SPPT tersebut belum berbalik nama dan masih atas nama kepemilikan yang lama, sehingga pemilik SPPT baru itu berpotensi tidak membayar PBB-P2.
"Karena, yang punya tanah merasa sudah menjual, sedangkan beli belum balik nama kepemilikan lahan pada mereka, sehingga tagihannya masih di kepemilikan yang lama. Banyak yang seperti itu, sehingga kita coba mulai dari pembetulan data-data yang selama ini tidak sesuai," ujar dia.
Dikatakannya, jemput bola ini juga menjadi bagian untuk mendukung masyarakat taat akan pajak.
Dengan begitu dapat menumbuhkan layanan publik yang baik dan pemerataan kesejahteraan.
Apalagi, jemput bola pemutakhiran data PBB-P2 ini juga untuk mendukung perolehan data yang valid.
Baca juga: BPBD Bantul Usulkan Tambahan Dua Pos Damkar Baru di Srandakan dan Dlingo
Selain itu, salah satu aspek penting dalam digitalisasi pengelolaan transaksi pajak daerah adalah melalui pemutakhiran data.
Data yang akurat merupakan pondasi utama penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dalam mendukung transparansi, efisiensi, serta peningkatan akurasi pencatatan dan pelaporan penerimaan pajak daerah.
"Dari situ, kita melakukan layanan jemput bola pemutakhiran data PBB-P2 mulai hari ini, 4 Februari sampai akhir Maret 2026. Layanan diberikan di masing-masing kantor kalurahan dengan jadwal yang telah ditentukan," tutur Istirul.
Setidaknya, ada petugas dari BPKPAD Bantul yang terjun di masing-masing kantor kalurahan tersebut.
Dengan begitu, yang selama ini petugas hanya berada di kantor layanan BPKPAD Bantul, saat ini ada yang bertugas dan terjun di masing-masing kalurahan.
"Jadi, 75 kalurahan kita sasar semuanya. Yang penting semangat kita adalah menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang selama ini belum bisa terselesaikan. Jadi, saat ini kita juga sembari mengidentifikasi masalah apa saja yang ada terkait PBB-P2 itu," tutupnya.(*)