AS Disebut Mulai Buka Pintu untuk Diplomasi Nuklir Iran
February 04, 2026 02:15 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Diplomasi nuklir Iran menuju ke arah positif usai Amerika Serikat (AS) dikabarkan membuka ruang dialog dengan Teheran. 

Hal itu diungkapkan juru bicara Iran Esmaeil Baghaei pada Rabu (3/2/2026) waktu setempat. 

Kementerian Luar Negeri Iran saat ini tengah mempersiapkan dialog dengan Amerika Serikat perihal lanjutan pembangunan proyek nuklir.

Iran memastikan bahwa dialog dengan Washington itu akan digelar beberapa hari ke depan.

Namun demikian Baghaei masih merahasiakan lokasi negara yang akan menjadi tempat pertemuan Iran dan AS untuk diplomasi nuklir.

Atas arah yang positif ini, Baghaei mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang telah berupaya memfasilitasi proses diplomatik antara Teheran dan Washington. 

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua negara sahabat yang, dengan kepedulian dan niat baik, telah berupaya membantu menciptakan kondisi bagi proses diplomatik.

“Pada prinsipnya, waktu dan tempat perundingan bukanlah masalah yang rumit dan seharusnya tidak digunakan sebagai dalih untuk manuver media,” pesannya seperti dimuat Presstv.

Baghaei mencatat bahwa Turki, Oman, dan beberapa negara regional lainnya memang telah menyatakan kesediaan mereka untuk menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut.

Iran pun mengapresiasi tawaran-tawaran negara sahabat namun belum mau membuka di mana diplomasi akan diadakan.

Sebelumnya Reuters melaporkan bahwa Iran dan AS berencana untuk mengadakan putaran negosiasi baru yang berfokus pada program energi nuklir Teheran.

Baca juga: Indonesia Pastikan Bayar Iuran Lembaga Buatan Trump Senilai Rp16 Triliun

Menurut laporan tersebut, pembicaraan akan melibatkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan utusan khusus AS Steve Witkoff, dengan perwakilan dari Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir juga diharapkan hadir dalam berbagai pertemuan bilateral dan multilateral.

Laporan tersebut menyusul pernyataan pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, yang mengatakan bahwa kerangka kerja untuk pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat sedang mengalami kemajuan dan menepis spekulasi tentang kemungkinan serangan AS terhadap Republik Islam. 

Komentarnya diikuti oleh pernyataan dari Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa Iran telah mulai berkomunikasi dengan Washington.

Diketahui belakangan hubungan Iran dan AS memanas setelah negara Paman Sam tersebut mengerahkan Kapal Perang Abraham Lincoln ke dekat perairan Iran beberapa waktu lalu. 

Pengerahan kapal Abraham Lincoln ini diduga karena AS yang kukuh tidak mau proyek nuklir Iran dilanjutkan sekalipun untuk ketahanan energi. 

Sebelumnya AS telah menghancurkan proyek nuklir Iran usai hubungan Teheran dengan Tel Aviv memanas. 

Serangan tersebut membuat proyek nuklir Iran hampir rusak seluruhnya meskipun pada akhirnya Iran tidak melakukan pembalasan terhadap AS.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.