Kronologi Bocah 10 Tahun di NTT Akiri Hidup karena Tidak Bisa Beli Buku
February 04, 2026 03:11 PM
TRIBUN-VIDEO.COM - Maria Goreti Te’a (47) ibu kandung dari Yohanes (10) menceritakan pagi terakhir sebelum tragedi itu, Yohanes (10) mengeluh pusing.Yohanes juga tidak mau berangkat ke sekolah. Namun karena khawatir ia tertinggal pelajaran, sang ibu tetap memintanya masuk sekolah dan mengantar dengan ojek.Siang harinya, kabar duka itu datang, menghantam keluarga tanpa peringatan. Kronologi Singkat:Seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026). Kepolisian menyatakan dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, namun proses penyelidikan masih berlangsung.Aparat telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti berupa pesan tertulis yang diduga dibuat korban sebelum kejadian.Polisi menegaskan pendalaman dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi keluarga dan lingkungan sosial korban.Seorang anak pergi dalam sunyi, membawa beban yang seharusnya tak pernah ia pikul sendiri. Tragedi ini menyisakan pertanyaan mendasar: sejauh mana negara benar-benar hadir ketika kebutuhan belajar paling sederhana saja belum terjamin.Sang Ibu Kaget:Sang ibu kaget mendengar kabar yang tak seharusnya datang.“Saya kaget ada kabar, dari tetangga, saya pikir ada pergi sekolah,” ungkap Maria, saat dijumpati di rumah duka, Selasa (3/2/2026).Diketahui, Yohanes adalah anak bungsu dari lima bersaudara.Sejak berusia 1 tahun 7 bulan, ia tak lagi tinggal bersama ibu kandungnya dan diasuh oleh neneknya di pondok sederhana berdinding bambu. Ayahnya telah merantau ke Kalimantan sejak 11–12 tahun lalu dan tak pernah kembali.Sehari-hari, selain bersekolah, Yohanes kerap membantu neneknya menjual sayur, ubi, dan kayu bakar. Untuk makan, mereka mengandalkan hasil kebun seadanya, pisang dan ubi menjadi menu paling sering.Dari pantauan lapangan dan keterangan warga, keluarga Yohanes hidup dalam tekanan ekonomi berkepanjangan sejak ditinggalkan kepala keluarga. Kondisi ini membuat pengasuhan anak-anak terpisah, pendampingan emosional minim, dan akses pendidikan terbatas.Ironisnya, keluarga ini juga tercatat luput dari berbagai bantuan pemerintah, baik bantuan rumah layak huni, pendidikan, maupun bantuan sosial lainnya. Dari lima anak, hanya dua yang sempat menikmati pendidikan formal secara berkelanjutan.Tewas Di Pohon Cengkeh:Sebelumnya, YBR (11) seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026) siang. Saat ditemukan, korban tampak mengenakan baju olahraga berwarna merah.Informasi yang diperoleh, saat mengevakuasi korban, warga menemukan sebuah pesan tertulis yang ditujukan kepada sang ibunda. Pesan itu ditulis pada sebuah kertas berwarna putih.Surat untuk Mama:Dalam selembar surat yang ditulis menggunakan bahasa daerah (bahasa Bajawa). Kertas Ti\'i Mama Reti"Mama galo Ze\'eMama Molo, Galo Ja\'o Mata, Mama Ma\'e Rita ee MamaMamo Galo Ja\'o Mata, Ma\'e Woe Rita Ne Gae Nga\'o eeMOLO MAMAMenurut sumber warga asli Bajawa, isi surat itu adalah:kertas untuk mama RetiMama terlalu kikir (pelit)Mama baik sudah, saya kalau mati jangan sampai menangis ee mama. Mama, saya kalau mati jangan menangis dan cari saya ee. Baik sudah mama.Kepolisian menyatakan dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri, namun proses penyelidikan masih berlangsung.Aparat telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti berupa pesan tertulis yang diduga dibuat korban sebelum kejadian.Polisi menegaskan pendalaman dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi keluarga dan lingkungan sosial korban.Editor Video: TamaSumber: https://flores.tribunnews.com/ngada/57087/pengakuan-ibu-kandung-bocah-10-tahun-yang-tewas-di-pohon-cengkeh-di-ngada-ntt?page=all.https://www.tribunnews.com/nasional/7786565/siswa-sd-akhiri-hidup-karena-tak-mampu-beli-alat-tulis-hetifah-menyayat-hati-tak-bisa-diterima?page=all&s=paging_new.Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru#beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #kabarterkini #Pendidikan #BansosSalahTarget #BocahAkhiriHidup #NTT #Pejabat #geopolitik #PolitikIndonesia #DampakPolitikTidakSehat
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.