Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur menyatakan bahwa saat ini konsentrasi kerja mereka, baik dalam hal pemangkasan pohon rawan tumbang maupun penanganan kebersihan, masih terfokus di wilayah perkotaan.
Hal ini menyebabkan kawasan wisata unggulan seperti pantai dan pegunungan belum menjadi perhatian secara maksimal oleh armada DLH.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur, Pathurrahman, mengungkapkan bahwa keterbatasan personel dan peralatan menjadi alasan utama mengapa pihaknya harus membagi skala prioritas, dengan menempatkan keselamatan warga di area padat penduduk (kota) sebagai poin utama selama cuaca ekstrem.
Pathurrahman menjelaskan bahwa timnya bekerja hampir tanpa henti setiap hari untuk melakukan pemangkasan pohon yang berisiko tumbang akibat hujan dan angin kencang.
"Hampir tidak pernah berhenti kecuali hari Ahad saya kasih istirahat. Teman-teman melakukan pemangkasan pohon-pohon yang kita anggap berisiko. Namun, memang jujur kami lebih fokus di seputaran kota saat ini," ujar Pathurrahman saat ditemui di Kantor Bupati pada Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Ingatkan soal Kualitas
Ia menambahkan, untuk pohon-pohon yang memiliki ketinggian ekstrem di jalur-jalur besar, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. DLH harus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan (Dishub) yang memiliki peralatan lebih memadai seperti mobil tangga.
Terkait pemeliharaan di jalur wisata seperti Sembalun (pegunungan) atau wilayah pantai, Pathurrahman mengakui bahwa jangkauan DLH masih sangat terbatas. Ia menyebutkan bahwa untuk jalur wisata yang memiliki risiko bencana tinggi, koordinasi lebih banyak diarahkan ke BPBD.
"Kalau jalur wisata, kami lebih banyak berkoordinasi dengan BPBD karena kemampuan peralatan mereka lebih bagus dan bisa menjangkau pohon-pohon besar. Kami di DLH, Dishub, dan BPBD sudah seperti satu kesatuan dalam mengantisipasi cuaca ini," jelasnya.
Sedangkan untuk isu kebersihan di kawasan pantai, Pathurrahman menyebutkan bahwa fokus pagi dan sore hari tim kebersihan masih dipusatkan di jalan-jalan protokol kota.
"Kebersihan kawasan pantai tetap menjadi atensi, tapi untuk saat ini kami masih fokus di perkotaan. Ke depan, kami akan mengoordinasikan ini dengan OPD lain atau organisasi-organisasi pemerhati lingkungan," tambahnya.
Alasan lain mengapa kota menjadi "anak emas" dalam penanganan lingkungan saat ini adalah risiko banjir akibat sumbatan sampah di drainase perkotaan.
"Di musim hujan ini, terus terang kami lebih banyak di daerah kota karena drainase yang sampahnya sangat menumpuk bisa menyebabkan banjir di jalan-jalan utama. Itu yang kami prioritaskan sekarang untuk menjaga kenyamanan masyarakat di pusat aktivitas," pungkas Pathurrahman.
Meski demikian, pihak DLH berjanji akan terus melakukan pemantauan kondisi lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur secara bertahap, termasuk mendampingi pihak Provinsi maupun Pusat jika terdapat agenda rutin penanganan lingkungan di kawasan strategis lainnya.
(*)