MENDO BARAT, BABEL NEWS - Jejak roda alat berat tampak jelas membelah tanah merah di jalur usaha tani Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Di antara rimbun pepohonan dan kebun warga, sebuah ekskavator oranye terlihat sibuk mengeruk tanah, sementara truk pengangkut material silih berganti melintas di jalan yang sebelumnya rusak parah.
Pemandangan itu menjadi penanda dimulainya perubahan pada Jalur Usaha Tani (JUT) sepanjang 15 kilometer di desa tersebut. Jalur yang selama puluhan tahun nyaris tak tersentuh perbaikan kini kembali terbuka, diratakan, dan diperkuat melalui kerja bersama masyarakat.
Kepala Desa Payabenua, Adehan mengatakan, renovasi JUT ini dilakukan tanpa menggunakan Dana Desa. Perbaikan jalan sepenuhnya terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak di tingkat lokal. "Perbaikan JUT sepanjang 15 kilometer ini kami laksanakan tanpa Dana Desa, murni dari kerja sama pemerintah desa, masyarakat, pengepul sawit, dan investor," kata Adehan, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan di dua titik utama. Lokasi pertama berada di ruas jalan dari pemakaman umum hingga Sungai Teporong dengan panjang sekitar 10 kilometer. "Lokasi pertama dari jalan pemakaman umum sampai Sungai Teporong sepanjang 10 kilometer," ujarnya.
Sementara lokasi kedua berada di jalur dari Simpang Sungai Lebak menuju Lebak dengan panjang sekitar 5 kilometer. "Lokasi kedua dari Simpang Sungai Lebak sampai Lebak sepanjang 5 kilometer," kata Adehan.
Menurutnya, JUT tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk menuju kebun dan lahan pertanian, sekaligus jalur penghubung yang berbatasan langsung dengan Desa Mendo. "Jalan usaha tani ini adalah akses masyarakat untuk berkebun dan berbatasan langsung dengan Desa Mendo," ujarnya.
Adehan mengungkapkan kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan. Selama puluhan tahun, jalur tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan dan mengalami kerusakan parah. "JUT ini sudah puluhan tahun tidak pernah dilakukan perbaikan dan kondisinya memang rusak parah," katanya.
Adehan menyebut total biaya yang dikeluarkan untuk renovasi JUT tersebut mencapai sekitar Rp150 juta. Adehan juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, terutama Pak Ayong dan Asen, Ko Andri, Funfun, Bopo, para pengepul sawit, serta seluruh masyarakat Desa Payabenua," katanya.
Ia menegaskan keberhasilan renovasi ini tidak lepas dari kepedulian dan kekompakan warga desa. "Terima kasih atas kerja sama, kepedulian, dan kekompakan masyarakat Desa Payabenua," ujar Adehan.
Ke depan, Adehan mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi jalan yang telah direnovasi agar tetap berfungsi dengan baik. "Kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kondisi jalan setelah direnovasi, terutama penyemprotan rumput agar jalan tidak terlihat semak," katanya. (tea)