Mahasiswa STIKes Sapta Bakti PKL di Desa Bukit Peninjauan, Dorong Terwujudnya Desa Tangguh Kesehatan
February 04, 2026 05:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sapta Bakti melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Desa Bukit Peninjauan I, Sabtu (31/1/2026).

Ketua STIKes Sapta Bakti, Djusmalinar, SKM, M.Kes menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas kesehatan masyarakat desa dengan melibatkan sinergi mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Kebidanan yang mengusung tema “Mewujudkan Sinergi Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan dalam Penguatan Kapasitas Kesehatan Masyarakat Desa Bukit Peninjauan I Menuju Desa Tangguh Kesehatan.”

"PKL ini merupakan implementasi Kampus Berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya menjalankan praktik akademik, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang berkarakter, humanistik, dan berorientasi pada dampak nyata," kata  Djusmalinar.

Dijelaskannya, Konsep Desa Tangguh Kesehatan dimaknai sebagai desa yang teredukasi, aktif, mampu menerapkan perilaku hidup sehat, menjunjung gotong royong, sigap menghadapi masalah kesehatan, unggul dalam pencegahan, serta berkelanjutan.

Mahasiswa kesehatan harus dibekali kompetensi teknis sekaligus empati sosial. Hal tersebut disampaikannya saat pembekalan pra-PKL melalui materi “Berbicara dengan Empati, Bertindak Profesional: Strategi Mahasiswa Kesehatan.” 

"Mahasiswa harus hadir di masyarakat dengan empati dan profesionalisme, sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar bermakna dan membangun kepercayaan," paparnya.

Selama pelaksanaan PKL, dosen dan mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lapangan. Kegiatan tersebut meliputi Kelas Orang Tua Hebat melalui edukasi MP-ASI dan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, pengembangan inovasi pangan lokal “Tempe Cegar” sebagai upaya pencegahan gagal tumbuh anak sekaligus penguatan UMKM desa, serta edukasi kesehatan bagi remaja. 

Selain itu, STIKes Sapta Bakti juga melaksanakan sosialisasi dan bakti sosial intervensi nyeri bagi lansia yang digelar di Puskesmas Cahaya Negeri, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini tidak hanya berupa sosialisasi kesehatan, tetapi juga pelayanan langsung berupa intervensi anestesi nyeri kepada 10 orang lansia yang dilakukan oleh dokter spesialis nyeri dr. Amri Mubarok Hasibuan, Sp.An-TI, FIP, CIPS dari Rumah Sakit Asta Medika Bengkulu, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia. 

Kemudian, Stikes Sapta Bakti juga menggandeng pakar komunikasi Dr. Lisa Ardhianti, S.Sos., M.Si dalam kegiatan pelatihan komunikasi terapeutik bagi kader dan tenaga kesehatan desa yang bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi empatik dan efektif dalam pelayanan kesehatan.

Poppy Siska Putri, M.Keb, selaku Subunit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menjelaskan bahwa seluruh program pengabdian dosen dan mahasiswa disusun berbasis evidence-based dari hasil penelitian.

"Intervensi yang dilakukan dirancang berdasarkan hasil penelitian, sehingga lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat ," jelas Poppy.

Ditambahkan oleh Juanda Syafitasari, M.Keb sebagai Subunit Luaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menyatakan bahwa pentingnya keberlanjutan program. Ia berharap kegiatan PKL tidak berhenti pada pelaksanaan semata, tetapi menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan institusi.

" Melalui PKL ini, STIKes Sapta Bakti menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan sebagai upaya institusi pada program kampus berdampak," tukasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.