Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Program gentengisasi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi menggerakkan industri lokal di daerah, termasuk Lampung yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng tanah liat.
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Lampung, Yuliana Gunawan, menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan kondisi pasar perumahan sekaligus membuka peluang bagi pelaku industri genteng lokal.
“Lampung memiliki banyak industri genteng tanah liat. Kalau program ini dijalankan, tentu akan berdampak positif bagi ekonomi daerah, mulai dari pengrajin hingga distribusi,” ujar Yuliana, Rabu (4/2/2026).
Selain mendorong sektor industri, penggunaan genteng tanah liat juga dinilai lebih unggul dari sisi kenyamanan hunian. Menurut Yuliana, atap genteng memberikan suhu rumah yang lebih sejuk, tahan lama, serta memiliki nilai estetika yang masih diminati konsumen perumahan.
“Mayoritas konsumen perumahan masih memilih genteng. Jadi ini bukan hal baru, hanya diperkuat melalui kebijakan nasional,” katanya.
Wakil Ketua Bidang Perbankan dan Pembiayaan DPD REI Lampung, Erson Agustinus, menambahkan bahwa peralihan ke genteng tanah liat tidak akan membebani biaya pembangunan rumah.
“Kalau dilihat sekarang, harga rangka baja dan genteng metal juga cukup tinggi. Jadi dari sisi biaya, penggunaan genteng tanah liat relatif berimbang,” jelasnya.
Erson menilai, program gentengisasi realistis diterapkan baik untuk rumah komersial maupun rumah subsidi. Harga genteng yang masih terjangkau serta kesesuaian dengan selera konsumen menjadi faktor pendukung utama.
Ia juga memastikan, penggunaan genteng tidak akan berdampak signifikan terhadap harga jual rumah. “Pengaruhnya kecil terhadap komponen biaya produksi, sehingga tidak berpengaruh besar ke harga unit,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erson mendorong adanya kolaborasi antara pengembang, koperasi, dan pemerintah agar program ini berjalan optimal.
“Sesuai arahan Presiden untuk memberdayakan Koperasi Merah Putih, sinergi dengan pengembang dan pemerintah bisa menciptakan rantai ekonomi yang saling menguatkan,” katanya.
Sebagian besar pengembang yang tergabung dalam REI Lampung, lanjut Erson, pada dasarnya sudah siap beralih menggunakan genteng tanah liat karena faktor kenyamanan dan keindahan hunian.
Program gentengisasi nasional sendiri bertujuan mengganti atap seng dengan genteng tanah liat atau material sejenis yang dinilai lebih aman dan layak. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan peralihan atap rumah dilakukan secara bertahap melalui gerakan nasional, dengan fokus pada rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan, program tersebut tidak membutuhkan anggaran besar dan diperkirakan bernilai jauh di bawah Rp1 triliun, karena hanya menyasar sebagian kecil rumah di Indonesia.
( Tribunlampung.co.id )