TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Kalimantan Barat turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan menggelar Special Event Station (SES) yang berlangsung selama dua hari, mulai 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Melalui kegiatan ini, ORARI Daerah Kalimantan Barat berhasil melakukan QSO dengan total 1.387 stasiun, baik dari kalangan amatir radio Indonesia maupun mancanegara. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan SES yang mengudara dari Kalimantan Barat tersebut.
Special Event Station ini dioperasikan menggunakan mode Phone (FH) dan digital FT8 pada berbagai band, yakni 80 meter, 40 meter, 20 meter, 15 meter, 10 meter, serta band VHF 2 meter. Ragam band dan mode yang digunakan memungkinkan jangkauan komunikasi yang luas hingga ke luar negeri.
• Proses Seleksi Dewan Pengawas LPPL Radio Kayong Khatulistiwa Dilakukan Secara Terbuka
Ketua ORARI Daerah Kalimantan Barat, Cece Lili Warlia, YB7CC, mengungkapkan bahwa kegiatan SES ini merupakan agenda rutin tahunan ORARI Kalbar.
“Kegiatan Special Event Station ini rutin kami gelar setiap tahun sebagai wujud partisipasi ORARI dalam memeriahkan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan Kalbar kepada dunia internasional melalui komunikasi radio amatir,” ujarnya.
Menurutnya, selain menjadi ajang silaturahmi antaramatir radio, kegiatan ini juga menunjukkan eksistensi dan peran aktif ORARI dalam mendukung promosi daerah serta pengembangan hobi radio amatir yang positif dan edukatif.
Dengan suksesnya pelaksanaan SES dalam rangka HUT ke-69 Pemprov Kalbar ini, ORARI Daerah Kalimantan Barat berharap ke depan semakin banyak amatir radio, baik nasional maupun internasional, yang tertarik menjalin komunikasi dan mengenal Kalimantan Barat lebih dekat.