SURYAMALANG.COM, - Kepolisian Italia bergerak cepat mengamankan remaja berusia 19 tahun yang menjadi pelaku pelemparan petasan ke arah kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, dalam laga Cremonese vs Inter Milan.
Penangkapan yang dilakukan unit khusus DIGOS ini berbuntut pada sanksi masif dari Kementerian Dalam Negeri Italia yang melarang seluruh pendukung Inter Milan melakukan perjalanan tandang hingga 23 Maret 2026.
Hukuman berat ini dipastikan merugikan Sassuolo, klub yang dibela Jay Idzes, karena harus kehilangan potensi pendapatan tiket akibat larangan kehadiran suporter tamu di laga mendatang.
Emil Audero yang bermain untuk Cremonese dilempar petasan saat timnya tengah tertinggal 0-2 atas Inter Milan pada awal babak kedua, Minggu (1/2/2026) dini hari WIB.
Insiden terjadi saat petasan dilemparkan pendukung lawan ke arah kiper berusia 29 tahun tersebut.
Baca juga: Ancaman Baru Arema FC, Striker Timnas Indonesia Mauro Zijlstra Siap Debut di Persija
Tampak suara petasan meledak di tengah-tengah laga dan asap mengepul di udara, sehingga Emil Audero terkapar.
Hal tersebut membuat laga terhenti karena Emil harus mendapat perawatan intensif dari tim medis.
Setelah beberapa saat mendapat perawatan intensif, Emil Audero kemudian tetap tampil hingga pertandingan usai.
Akibat peristiwa itu, Emil Audero mengaku merasakan sakit yang hebat di bagian telinga dan lututnya serasa terbakar.
“Saya baik-baik saja, meskipun saya merasakan sakit yang hebat di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya,” ujar Emil Audero dikutip dari Football Italia, Rabu, (4/2/2026).
Setelah insiden tersebut, media asal Italia, RAI melaporkan DIGOS atau unit khusus kepolisian Italia telah menangkap pria 19 tahun yang diduga melempar petasan.
Remaja tersebut disebut terkait dengan salah satu kelompok suporter Inter Milan, Vikings yang dipimpin Nino Ceccarelli.
Penangkapan dilakukan oleh DIGOS setelah melakukan analisis mendalam terhadap rekaman di seluruh area stadion.
"Dalam penyelidikan DIGOS, berkat analisis gambar dari sistem pengawasan video stadion, yang dicocokkan dengan gambar yang diambil oleh Kepolisian Forensik" tulis laporan RAI.
"Para penyidik dapat mengidentifikasi "pelaku pelemparan petasan, yang karenanya ditempatkan di bawah 'penangkapan tertunda dalam waktu 48 jam setelah kejadian,' sebagaimana dipersyaratkan oleh undang-undang yang memerangi kekerasan dalam olahraga," jelasnya.
Baca juga: Detik-detik Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Kena Petasan Suporter Inter Milan, Pelatih Ketakutan
Namun, penggemar yang ditangkap bukanlah sosok yang tengah dirawat di rumah sakit gara-gara mengalami cedera akibat salah melempar flare.
Pria yang dirawat di rumah sakit harus kehilangan tiga jari tangannya.
Dikutip dari laporan yang sama, DIGOS dipastikan bakal terus melanjutkan investigasi.
Bukan tak mungkin ada lebih banyak pelaku pelemparan flare yang akan ditangkap aparat keamanan Italia.
"Sementara itu, investigasi Cremona DIGOS terus berlanjut untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas "pelemparan petasan lainnya yang dilakukan sesaat sebelum dimulainya pertandingan," tulis laporan RAI.
Dikutip dari Sky Sports Italia, sanksi berat juga sudah dijatuhkan kepada penggemar Inter Milan usai insiden pelemparan flare ke arah Emil Audero.
Kementerian Dalam Negeri Italia melarang penggemar Inter Milan menyaksikan laga tandang sampai 23 Maret 2026.
Tim tuan rumah juga melarang penjualan tiket ke masyarakat sekitar Lombardia (wilayah tempat bernaung Inter Milan).
"Menyusul gangguan serius yang terjadi dalam pertandingan Serie A yang dilaksanakan di Cremona pada 1 Februrari 2026, Kementerian Dalam Negeri telah memerintahkan larangan perjalanan kepada fans Inter sampi 23 Maret 2026," tulis pernyataan Kementerian Dalam Negeri Italia dikutip dari Sky Sports.
"Serta larangan penjualan tiket pertandingan yang sama kepada penduduk Lombardy," imbuhnya.
Baca juga: Pesan John Herdman untuk Suporter Timnas Indonesia: Sebut Syarat Mutlak Lolos ke Piala Dunia 2030
Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya insiden yang mengganggu jalannya pertandingan olahraga.
"Bertujuan untuk memastikan perlindungan ketertiban dan keamanan publik serta mencegah terulangnya insiden yang dapat mengganggu jalannya acara olahraga secara teratur," tulis pernyataan Kementerian Dalam Negeri Italia dikutip dari Sky Sports.
Bos Sassuolo, klub yang dibela Jay Idzes, turut meluapkan kekecewaannya atas sanksi yang dijatuhkan kepada Inter Milan sebagai imbas insiden pelemparan petasan terhadap Emil Audero.
Hukuman berupa larangan laga tandang tersebut berlaku untuk tiga partai away I Nerazzurri di Liga Italia, yakni saat menyambangi markas Sassuolo (8/2/2026), Lecce (21/2/2026), dan Fiorentina (22/3/2026).
Terkait sanksi tersebut, CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, menyatakan kekecewaan mendalam.
Meski ia mendukung penuh penegakan hukum bagi pelaku tindakan anarkis, Carnevali justru menyoroti dampak buruk dari sisi ekonomi yang harus ditanggung klubnya.
Bagi Sassuolo, absennya pendukung tim tamu berarti hilangnya potensi pemasukan besar dari sektor tiket, padahal Jay Idzes dkk dijadwalkan menjamu sang capolista di Stadion MAPEI pada pekan ke-24 mendatang.
"Penggemar Inter dilarang masuk (kandang Sassuolo)? Ini benar-benar membuat saya kesal," ucap Carnevali, dikutip dari Sportmediaset.
"Bagi kami sebagai klub, ini adalah kesempatan untuk menghasilkan pendapatan, dan keberlanjutan klub juga bergantung pada hal ini. Karena ulah seseorang yang bodoh, kami harus menutup sebagian tribun dan tidak memberikan kesempatan kepada penggemar Inter untuk datang ke stadion kami," lanjutnya.
Baca juga: Misi Besar John Herdman: Membangun Chemistry Video Call dengan Jay Idzes Cs, Yakin Lampaui Rekor STY
Carnevali juga membanggakan fasilitas stadion mereka dibandingkan dengan stadion besar lainnya di Italia demi mempertegas kerugian yang dialami penggemar.
"Kami memiliki Tribun Utara, yang menawarkan daya pandang luar biasa. Ini tidak seperti saat Anda pergi ke pertandingan di San Siro, di mana Anda mengirim penggemar ke tribun tingkat ketiga dan bahkan tidak bisa melihat pertandingan" jelasnya.
"Kami menyediakan layanan terbaik dan luar biasa. Kami belum pernah mengalami insiden (seperti yang dilakukan fan Inter). Ini tidak benar, sudah waktunya untuk berubah. Kami tidak bisa terus seperti ini" sambung Carnevali.
"Orang-orang membicarakan kehancuran sepak bola, dan ini juga merupakan salah satu bentuk kehancurannya," pungkas pria yang telah memimpin operasional Sassuolo sejak 2014 tersebut.
Di antara ketiga partai away Inter yang terbelit hukuman, sebenarnya ada satu lagi agenda tandang.
Lautaro Martinez dkk akan berstatus 'tamu' ketika melakoni derbi versus AC Milan (8/3/2026).
Baca juga: Sosok Rio Fahmi dan Hansamu Yama, 2 Bintang Baru Arema FC: Eks Kapten Timnas dan Pemain Muda Terbaik
Namun, pertandingan antara rival sekota itu tidak masuk hitungan karena tak melibatkan perpindahan suporter ke wilayah lain.
Belum cukup sampai di sini, klub pemilik dua bintang di logonya itu kabarnya siap-siap menanti sanksi tambahan.
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akan mengumumkan hukuman dari hasil investigasi mereka, Rabu (4/2/2026).
Inter Milan berpeluang mendapat sanksi tambahan berupa denda dan pembatasan bagi suporter mereka, bahkan untuk laga kandang.
(BolaSport.com/BolaSport.com)