SURYAMALANG.COM - Respon pakar politik Syahganda Nainggolan soal rencana Jokowi turun gunung demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jadi sorotan.
Ia menyebut pernyataan Jokowi dan Kaesang Pangarep sebagai sebuah anomali politik.
Pasalnya, Pemilu 2029 masih jauh namun keduanya sudah mati-matian membesarkan PSI.
Syahganda menilai fokus Jokowi berbeda dengan partai lain yang kini lebih banyak berkontribusi untuk bangsa.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto beserta partai-partai lainnya justru fokus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Pernyataan ini disampaikan Syahganda dalam podcast Obrolan Waras bersama mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Rabu (4/2/2026).
"Pada saat Jokowi sekarang mulai berpikir membangun partai, Prabowo sekarang saya lihat berpikir membangun bangsa," ujar Syahganda Nainggolan, yang juga dikenal sebagai aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Syahganda menambahkan, beberapa pidato Prabowo belakangan ini menekankan pembangunan bangsa.
"Beberapa pidato-pidato Prabowo terakhir, di Sentul kemarin ketika berhadapan dengan 4.000 kepala-kepala daerah, ASN, orang-orang Badan Pusat Statistik, dan lain-lain yang diorganisasikan Kementerian Dalam Negeri RI dan seluruh jajaran menteri, saya lihat pidato Prabowo itu lebih ke arah bagaimana membangun Indonesia sebagai bangsa besar."
Sementara itu, lanjut Syahganda, Jokowi tampak fokus membangun narasi untuk memenangkan partainya.
"Nah, pada saat bersamaan Jokowi terus membangun narasi-narasi untuk memenangkan partainya, PSI, membangkitkan semangat Partai PSI."
Menurut Syahganda, bahkan saat ini partai-partai politik lain tidak terus-menerus menebarkan persiapan untuk Pemilu 2029 karena masih sibuk mengurus bangsa.
"Saya tidak melihat ada partai-partai lain saat ini yang begitu gencarnya mempersiapkan diri seperti Jokowi dan Kaesang ya, karena partai-partai lain itu kebanyakan semua berpikir tentang bagaimana berkontribusi pada bangsa," jelas Syahganda.
"Karena ini biasanya, kalau mau kampanye itu kan tahun-tahun 2028 ya atau 2027 akhir."
Syahganda pun menyoroti pernyataan Jokowi yang bakal rela turun hingga level kecamatan demi membesarkan nama PSI, tapi di saat yang bersamaan, ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu tak kunjung bersedia hadir ke pengadilan untuk membuktikan keabsahan ijazahnya yang selama ini dituding palsu, terutama oleh pakar telematika Roy Suryo cs.
Sehingga, hal tersebut semakin menjadi anomali bagi Syahganda.
"Jadi, anomali buat saya," ucap Syahganda.
"Meskipun disebutkan Kaesang sampai titik darah penghabisan, kemudian Jokowi pidato [akan turun] ke daerah-daerah ke kecamatan-kecamatan dan lain-lain akan turun ke bawah, dan lain-lain."
"Dia [bilang sanggup] pergi ke daerah-daerah, tapi enggak datang ke tempat persidangan dia [untuk kasus ijazah yang diduga palsu]."
Jokowi telah menyatakan, dirinya akan mati-matian bekerja keras untuk PSI, partai berlambang gajah hitam dengan kepala merah yang saat ini dipimpin anak bungsunya, Kaesang Pangarep.
Salah satu target utama adalah, PSI harus menang di Pemilu 2029.
“Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI,” seru Jokowi saat menyampaikan pidatonya dalam Rapat Kerja Nasional I atau Rakernas PSI yang digelar di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI,” teriak Jokowi yang disambut tepuk tangan peserta Rakernas.
Jokowi pun menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen penuh untuk PSI.
“Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” sambungnya.
Dalam pidato di Rakernas PSI tersebut, Jokowi juga mengungkap kepada wartawan, bahwa dirinya siap turun ke daerah, dari tingkat provinsi, hingga ke kabupaten/kota, atau bahkan ke kecamatan.
“Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup ke provinsi, kabupaten, bahkan kecamatan. Semua saya masih sanggup,” tegas Jokowi di hadapan ribuan kader PSI.
Jokowi juga menekankan pentingnya penguatan jaringan politik hingga ke akar rumput.
Menurutnya, jika PSI ingin menjadi partai besar, maka struktur organisasi harus dibangun dari kota hingga desa, bahkan sampai ke RT dan RW.
“Target PSI besar. Kalau targetnya besar, mesinnya juga harus besar, kuat, dan hidup,” ujarnya.
Saat Jokowi bilang bakal kerja keras mati-matian, sang anak Kaesang Pangarep menyatakan, ibarat kata dirinya akan memeras semua darahnya demi membesarkan PSI.
Kaesang yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menyatakan akan bekerja ekstra keras, tetapi ia meminta didoakan agar selalu sehat.
"Saya cuma minta satu permintaan saja kepada seluruh ketua, anggota, struktur dari PSI, saya minta tolong satu saja. Saya minta didoakan supaya saya sehat selalu," kata Kaesang saat memberikan arahan di Rakernas I PSI.
Setelahnya, Kaesang menyinggung pidato sang bapak, Jokowi, yang turut hadir di agenda penutupan Rakernas tersebut.
Diketahui, Jokowi menyampaikan arahan tepat sebelum Kaesang naik ke panggung untuk memberikan pidato penutup.
"Karena tadi saya lihat sebelum pidato saya yang sebelumnya, ada yang mau kerja keras, ada yang mau mati-matian, ada yang mau habis-habisan," ucap Kaesang.
Dalam momentum ini Kaesang lantas menyatakan, dirinya tidak mau kalah dengan Jokowi yang notabene belum masuk dalam struktur kepengurusan PSI.
Jika dianalogikan, Kaesang menyebut, dirinya akan memeras seluruh darahnya untuk bisa memenangkan PSI.
"Kalau saya sebagai ketua umum saya akan peras semua darah saya untuk memenangkan PSI. Siap semua? Mari kita menangkan Pemilu di 2029 nanti," tegas Kaesang.
Suami Erina Gudono itu lantas menyatakan, dirinya akan berupaya untuk bisa menjadikan PSI sebagai partai besar ke depannya, yang langsung disambut gemuruh sorak seluruh kader PSI yang hadir.
"Cuma satu hal yang bisa saya janjikan kepada teman-teman semuanya, bahwa PSI akan menjadi partai yang paling besar nantinya," tandas Kaesang.
(SURYAMALANG.COM/TRIBUNNEWS.COM)