Chiki Fawzi Dicopot Jadi Petugas Haji, Ikang Fawzi: Anak Saya Tidak Anti Pemerintah, Hanya Kritis
February 04, 2026 09:01 PM

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Penyanyi legendaris Ikang Fawzi akhirnya buka suara terkait pencopotan putrinya, Chiki Fawzi, dari jajaran petugas haji 2026.

Meski mengaku legowo, Ikang menyayangkan mimpi sang putri untuk melayani tamu allah di tanah suci harus terkubur tepat menjelang keberangkatan.

Pencopotan yang terkesan mendadak ini memicu spekulasi, namun Ikang Fawzi menegaskan bahwa sikap kritis putrinya selama ini bukanlah bentuk perlawanan kepada negara.

Ikang Fawzi mengaku bangga dengan karakter Chiki yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

Baca juga: Penjelasan Wamenhaj Soal Chiki Fawzi Dicopot dari Petugas Haji 2026 Sebelum Berangkat: Kecewa Wajar

 

KESERUAN : Momen Chiki Fawzi ikut diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta yang diunggah di Instagram @chikifawzi, Minggu (25/1/2026).
KESERUAN : Momen Chiki Fawzi ikut diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta yang diunggah di Instagram @chikifawzi, Minggu (25/1/2026). (Instagram/Chikifawzi)

 

Menurutnya, sikap kritis anak muda yang ditunjukkan putrinya adalah hal yang wajar demi menjaga masa depan mereka sendiri.

"Anakku sudah dewasa ya, dan aku merasa bersyukur punya anak yang peduli terhadap lingkungan sosial. Dia tentunya kritis," ungkap Ikang Fawzi saat hadir dalam program Pagi Pagi Ambyar Trans TV, dikutip pada Rabu, (4/2/2026).

Ikang juga menepis anggapan bahwa putrinya berseberangan dengan pemerintah.

Ia menilai pencopotan ini seolah bersinggungan dengan politis yang seharusnya tidak mencampuradukkan tugas kemanusiaan dengan perbedaan pendapat.

"Anak gua nggak anti pemerintah. Biar bagaimana pun kita komit dan sama-sama. Tapi kalau kritis ya harus. Menurut gue anak sekarang harus kritis, karena kalau tidak, masa depan mereka akan diambil orang lain," sambungnya dengan tegas.

Di sisi lain, Chiki Fawzi tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

Baca juga: Tak Ada yang Diistimewakan, Wamenhaj Beberkan Faktor Calon Petugas Haji Bisa Gugur di Diklat

Ia mengaku telah mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan yang sangat ketat, termasuk pelatihan fisik ala militer, demi bisa melayani jemaah haji di tanah suci.

"Aku cuma ingin menyambut tamu Allah, dan aku ikuti semua aturannya. Aku bangun jam 4 pagi, ikut pelatihan semi militer, aku tidak melakukan yang salah," ujar Chiki.

Chiki merasa sedih karena pengabdiannya yang tulus harus terhenti sebelum dimulai.

Ia merasa perjuangannya selama proses persiapan seolah tidak dihargai hanya karena ia vokal menyuarakan kebenaran.

 

Kronologi Chiki Dicopot

Pencopotan Chiki Fawzi terjadi ditengah-tengah sang aktivis mengikuti Diklat PPIH yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. 

Diketahui, Kementerian Haji (Kemenhaj) memberikan pelatihan semi-militer bagi para calon petugas haji.

Chiki Fawzi yang semula tergabung dalam layanan Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi selama masa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH berbasis semi militer, sejak pertengahan Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026.

Dalam diklat tersebut, Chiki menjalani seluruh tahapan pelatihan tanpa perlakuan khusus, meskipun dikenal publik.

Ia tinggal di asrama bersama peserta lain, satu kamar berisi enam orang, dan mengikuti jadwal ketat sejak dini hari.

Baca juga: Biskuit Raja Dangdut, Chiki Bohong, Permen Bau, Buah Vampir, Nasi Perang, 130 Teka Teki MPLS 2025

Setiap hari, peserta diklat diwajibkan bangun pukul 04.00 WIB untuk salat Subuh berjemaah, dilanjutkan apel pagi, senam, jalan santai, hingga kelas materi teknis pelayanan jemaah yang berlangsung seharian penuh.

Pelatihan fisik seperti baris-berbaris, pembentukan disiplin, hingga pembinaan mental menjadi bagian utama diklat.

Informasi tersebut datang secara tiba-tiba melalui arahan atasan, tanpa penjelasan rinci mengenai alasan pencopotan.

Tidak ada surat terbuka, klarifikasi tertulis, maupun keterangan resmi yang menjelaskan latar belakang keputusan tersebut.

 

Penjelasan Wamenhaj RI

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj RI) Dahnil Anzar Simanjuntak angkat bicara terkait 

Sebelumnya, Chiki Fawzi terpilih sebagai salah satu petugas haji yang akan bertugas di Arab Saudi.

Namun Chiki Fawzi harus mengubur mimpinya memberikan pelayanan kepada jemaah haji setelah tiba tiba dicopot menjelang keberangkatannya.

Dahnil menegaskan bahwa tidak semua calon petugas haji 2026 yang mengikuti pendidikan dasar dan latihan dinyatakan lulus dan akan berangkat ke Tanah Suci.

 "Ada yang kecewa karena dicopot itu hal yang wajar tapi aturan harus ditegakkan," ujar Dahnil Anzar, dilansir dari Kompas.com, Kamis, (29/1/2026).

Dahnil menjelaskan, sebagian peserta harus dihentikan atau dikeluarkan dari diklat karena berbagai alasan, seperti mengganggu kekompakan tim, menghambat proses pelatihan, atau tidak mematuhi aturan yang berlaku.

Ia mencontohkan, peserta dengan tingkat kehadiran di bawah 50 persen juga dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Dahnil menegaskan, para calon petugas haji memiliki status yang setera, meskipun mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang seorang pejabat atau akademisi.

“Istilahnya itu tidak ada yang boleh diistimewakan,” kata dia.

Selain itu, ada pula peserta yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan hasil medical check-up (MCU), termasuk yang memiliki penyakit serius seperti gangguan jantung, sehingga dinilai berisiko jika tetap bertugas.

"Ada yang ternyata MCU-nya penyakit jantung, bahkan ada yang harus dipasang ring. Kemudian rekomendasi dokter itu tidak bisa ikut, kemudian dicopot. Setidaknya ada enam. Kurang lebih ada enam orang yang dicopot," ucap Dahnil.

 (*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.