TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Keracunan massal terjadi di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (4/2/2026).
Sebanyak 127 orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memastikan mengaudit total pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai menyusul terjadinya keracunan massal.
Bupati Dharmasraya telah menginstruksikan investigasi menyeluruh dan mewajibkan hasil uji laboratorium keluar dalam waktu 24 jam guna memastikan sumber kontaminasi pangan yang menyebabkan ratusan siswa mengalami mual dan diare akut tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Dharmasraya, Jasman Rizal, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan investigasi mendalam.
"Untuk sementara kita belum bisa mengatakan penyebab pastinya apa. Kita tunggu data akurat," ungkapnya saat dihubungi TribunPadang.com.
Baca juga: Laba Bank Nagari Tembus Rp493 Miliar, Dirut Bicara Soal CSR hingga Nasib Uang Akhir Tahun Pegawai
Bupati Dharmasraya tak main-main dalam menangani kasus ini. Ia memerintahkan Satgas MBG segera melakukan investigasi menyeluruh tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Tak hanya itu, Bupati juga memberikan tenggat waktu ketat kepada tim laboratorium.
Hasil uji sampel makanan harus sudah keluar dalam waktu 1x24 jam untuk menjawab keresahan masyarakat.
"Setelah hasil lab keluar, baru kita pastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Diduga penyebabnya bukan makanan hari ini, tapi makanan kemarin," jelas Jasman Rizal.
Data terakhir hingga pukul 18.00 WIB, tercatat ada 127 orang yang menjadi korban. Beruntung, 118 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Baca juga: VIRAL Detik-Detik Alat Berat Terlepas di Sitinjau Lauik, Pengendara Panik Berhamburan Hindari Bahaya
Namun, 6 orang lainnya terpaksa harus menginap di rumah sakit karena kondisinya memerlukan perawatan medis serius. Ada yang dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai, Puskesmas Koto Baru, hingga klinik terdekat.
Selain itu, masih ada 3 siswa yang dalam pemantauan ketat atau observasi di Puskesmas Sungai Rumbai.
Suasana haru dan cemas masih menyelimuti keluarga korban yang menunggu perkembangan kesehatan anak-anak mereka.(*)