“Tanah Langsung Ambles Begitu Saja”, Malam Mencekam di Tegal Saat Ratusan Rumah Terbelah
February 04, 2026 09:10 PM

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bencana tanah bergerak kembali menimpa warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal setelah terakhir peristiwa serupa terjadi pada tahun 2022 lalu. 

Bencana tanah bergerak yang terjadi pada Senin (2/2/2026) kondisinya jauh lebih parah dibandingkan empat tahun lalu. 

Pantauan Tribunjateng.com di lokasi pada Rabu (4/2/2026), kondisi yang terdampak tanah bergerak tidak hanya rumah warga tapi juga akses jalan desa bahkan fasilitas publik. 

Baca juga: Tiba-tiba Tanah Bergerak dan Retak, 3 Rumah Rusak di Rahtawu Kudus

Akses jalan yang sudah beraspal di beberapa titik ambles dengan ukuran kedalaman berbeda-beda. 

Banyak jalan yang terlihat retak atau merekah, tembok rumah warga terbelah sampai nyaris ambruk, dan kondisi paling parah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Adalah Padasari yang hampir keseluruhan gedung ambruk dan rusak karena bergerakan tanah. 

Detik-detik ambruknya Ponpes Al-Adalah viral di media sosial dan sekarang ini kondisinya sudah hancur. 

Saat Tribunjateng.com di lokasi suasana Ponpes Al-Adalah terpantau sepi hanya ada beberapa orang yang masih berjaga ataupun mengambil barang-barang yang bisa diselamatkan. 

Terlihat santri membawa perabotan dapur, termos dan masih banyak lagi. 

Akses ke Ponpes lumpuh total karena jalan utama menuju lokasi sudah ambles dan tidak bisa dilalui kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. 

Akses hanya bisa jalan kaki dengan harus berhati-hati karena masih terjadi bergerakan tanah. 

Ditemui di lokasi, warga Desa Padasari, RT 17/RW 04, Mustofa, bercerita peristiwa tanah bergerak terjadi pada Senin (2/2/2026) malam dan saat itu hujan deras. 

Tidak ada bunyi sesuatu tanah langsung ambles begitu saja. 

Tapi terdengar suara bangunan rumah yang roboh akibat tanah bergerak. 

Mustofa menyebut, bencana tanah bergerak kali ini merupakan yang paling parah karena pergerakan tanahnya sangat cepat. 

"Seingat saya tanah bergerak pernah terjadi tahun 1992 dan terakhir tahun 2022 tapi tidak separah sekarang ini. Kondisi saat ini paling parah karena yang terdampak sangat banyak tidak hanya rumah warga, tapi juga akses jalan, musala, bahkan Ponpes dan beberapa gedung sekolah," cerita Mustofa, pada Tribunjateng.com. 

Seluruh keluarga Mustofa terdiri dari istri, anak, menantu dan cucu semuanya mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman. 

Sedangkan Mustofa memilih menetap di rumah karena kondisinya masih memungkinkan, hanya terdampak retakan di depan rumahnya saja. 

Menurut Mustofa seluruh santri Ponpes Al-Adalah sudah dievakuasi ke gedung Ponpes satunya dan ada juga di gedung SMP setempat. 

Mengingat lokasi di kawasan Ponpes sangat berbahaya dan masih terus terjadi bergerakan tanah. 

"Jumlah santri sekitar 526 anak putra dan putri. Semuanya sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa," ujar Mustofa yang juga pengurus Ponpes. 

Dikatakan Mustofa bangunan Ponpes yang terdampak bangunan sekolah, ruang kantor, ruang kelas, asrama putri hampir semuanya roboh. 

Kemudian ada PAUD tepat di sebelah Ponpes juga terdampak nyaris roboh dan tidak bisa digunakan lagi karena sangat berbahaya. 

"Hampir semua bangunan Ponpes terdampak tanah bergerak," ujarnya. 

Ratusan Pengungsi

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tegal M Afifudin menjelaskan, sesuai data yang tercatat pada Rabu (4/2/2026) jumlah rumah warga yang terdampak sebanyak 140 bangunan baik rusak berat, ringan dan sedang. 

Sementara untuk jumlah pengungsi sebanyak 725 warga berasal dari Dukuh Tigasari dan Dukuh Padareka, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. 

Kemudian ditambah dari santri dan santriwati Ponpes Al-Adalah sebanyak 526 anak. 

Untuk para santri semuanya mengungsi di Ponpes Al-Adalah dua. 

Sedangkan untuk 725 warga mengungsi di beberapa titik, termasuk ada yang pindah ke rumah saudara sementara waktu yang lebih aman. 

Adapun pengungsian terpusat dan pos logistik jaraknya sekitar 1 kilometer dari lokasi paling parah terdampak tanah bergerak. 

"Balai Desa Padasari juga ikut terdampak pagi hari mulai ambles dan siangnya atap mulai roboh. Untuk Ponpes Al-Adalah tidak ada satupun bangunan yang tersisa dan aman untuk ditinggali," ungkap Afifudin. 

Selain permukiman rumah warga, infrastruktur dan fasilitas yang terdampak jalan desa, jalan kabupaten, satu bendung irigasi, dan satu jembatan desa. 

Kemudian fasilitas umum dan sosial seperti satu musala, Fasilitas Pendidikan yang terdampak di SDN Padasari 01, SMA Al Adalah, Ponpes Al-Adalah, PAUD Al-Muna Padasari, MI Padasari, dan MDTA Nurul Atfal. 

Fasilitas Kesehatan yang terdampak Polindes Padasari. 

"Secara visual yang saya lihat, pergerakan tanah atau terdengar suara retakan bangunan setiap lima menit. Entah tembok retak, benda jatuh, atap rusak ataupun lainnya. Ambles tanah beragam atau beda tiap titik, ada yang 50cm, 30cm dan paling parah 1 meter," terang Afifudin. 

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tinjauan ke lokasi dan memberikan bantuan

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau ke lokasi bencana tepatnya di posko pengungsian. 

Tiba di lokasi Luthfi langsung simbolis memberikan bantuan kepada perwakilan warga yang terdampak. 

Bantuan yang diberikan seperti paket sembako, selimut, lauk pauk, dan lainnya. 

Gubernur Ahmad Luthfi sempat mengobrol dan memberi semangat kepada warga yang sedang dilanda bencana tanah bergerak. 

Pada kesempatan itu Ahmad Luthfi juga simbolis menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan dampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal sebesar Rp338.035.551. 

Baca juga: Pasca Bencana Tanah Bergerak, Kaliwiro Wonosobo Masifkan Penanaman Pohon di Wilayah Rawan

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman. 

"Semuanya harus tetap semangat. Pemerintah daerah pak Bupati dan seluruh staf akan hadir membersamai bapak ibu semuanya. Kami dari Pemprov Jateng juga memberi bantuan sehingga semuanya tidak perlu khawatir," tutur Ahmad Luthfi. 

Setelahnya Ahmad Luthfi meninjau dapur umum di posko pengungsian dan menemui warga pengungsi. (dta) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.