TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar di SMAN 1 Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, memicu reaksi keras dari pemerintah daerah.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani langsung mengambil tindakan tegas dengan memberikan instruksi khusus kepada jajarannya.
Kejadian yang menggegerkan warga pada Rabu (4/2/2026) ini membuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut menjadi sorotan utama.
Puluhan pelajar dilaporkan mengalami gejala kesehatan yang seragam, mulai dari pusing hingga diare hebat.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, mengonfirmasi bahwa pemerintah tidak ingin membuang waktu dalam menangani musibah ini.
Baca juga: Pedagang Selasar Pasar Raya Padang Tolak Relokasi ke Fase VII, Kuasa Hukum Sebut Lokasi Picu Konflik
Menurutnya, Bupati telah memimpin rapat darurat bersama Satgas MBG untuk merespons situasi di lapangan.
Dalam rapat tersebut, Bupati mengeluarkan instruksi agar Satgas MBG segera melakukan investigasi menyeluruh. Tidak ada toleransi bagi kelalaian yang membahayakan kesehatan para siswa di lingkungan sekolah.
Langkah konkret yang diambil adalah pengumpulan sampel makanan yang dikonsumsi oleh para korban.
Sampel-sampel tersebut kini telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan uji klinis guna mencari tahu kandungan yang memicu keracunan.
Menariknya, Bupati Dharmasraya memberikan tantangan kepada tim medis dan laboratorium untuk bekerja ekstra cepat. Ia meminta hasil uji lab sudah harus keluar dalam waktu maksimal 1x24 jam sejak investigasi dimulai.
Baca juga: 127 Siswa Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis di Dharmasraya, Korban Derita Mual dan Diare
"Bupati tadi sudah langsung bergerak cepat. Beliau meminta hasil laboratorium sudah ada dalam satu kali 24 jam," ujar Jasman Rizal saat dihubungi TribunPadang.com.
Ketegasan ini diambil agar penyebab pasti gangguan kesehatan massal ini segera terkuak.
Pemerintah tidak ingin spekulasi liar berkembang di tengah masyarakat sebelum ada data saintifik yang valid dari pihak laboratorium.
“Setelah hasil lab keluar, baru kita pastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Diduga penyebabnya bukan makanan hari ini, tapi makanan kemarin," jelas Jasman Rizal.
Data terakhir hingga pukul 18.00 WIB, tercatat ada 127 orang yang menjadi korban. Beruntung, 118 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Namun, 6 orang lainnya terpaksa harus menginap di rumah sakit karena kondisinya memerlukan perawatan medis serius. Ada yang dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai, Puskesmas Koto Baru, hingga klinik terdekat.
Selain itu, masih ada 3 siswa yang dalam pemantauan ketat atau observasi di Puskesmas Sungai Rumbai.
Keracunan massal terjadi di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (4/2/2026).
Sebanyak 127 orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memastikan mengaudit total pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai menyusul terjadinya keracunan massal.
Bupati Dharmasraya telah menginstruksikan investigasi menyeluruh dan mewajibkan hasil uji laboratorium keluar dalam waktu 24 jam guna memastikan sumber kontaminasi pangan yang menyebabkan ratusan siswa mengalami mual dan diare akut tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah Dharmasraya, Jasman Rizal, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah masih melakukan investigasi mendalam.
"Untuk sementara kita belum bisa mengatakan penyebab pastinya apa. Kita tunggu data akurat," ungkapnya saat dihubungi TribunPadang.com.
Baca juga: Laba Bank Nagari Tembus Rp493 Miliar, Dirut Bicara Soal CSR hingga Nasib Uang Akhir Tahun Pegawai
Bupati Dharmasraya tak main-main dalam menangani kasus ini. Ia memerintahkan Satgas MBG segera melakukan investigasi menyeluruh tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Tak hanya itu, Bupati juga memberikan tenggat waktu ketat kepada tim laboratorium.
Hasil uji sampel makanan harus sudah keluar dalam waktu 1x24 jam untuk menjawab keresahan masyarakat.
"Setelah hasil lab keluar, baru kita pastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Diduga penyebabnya bukan makanan hari ini, tapi makanan kemarin," jelas Jasman Rizal.
Data terakhir hingga pukul 18.00 WIB, tercatat ada 127 orang yang menjadi korban. Beruntung, 118 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Baca juga: VIRAL Detik-Detik Alat Berat Terlepas di Sitinjau Lauik, Pengendara Panik Berhamburan Hindari Bahaya
Namun, 6 orang lainnya terpaksa harus menginap di rumah sakit karena kondisinya memerlukan perawatan medis serius. Ada yang dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai, Puskesmas Koto Baru, hingga klinik terdekat.
Selain itu, masih ada 3 siswa yang dalam pemantauan ketat atau observasi di Puskesmas Sungai Rumbai.
Suasana haru dan cemas masih menyelimuti keluarga korban yang menunggu perkembangan kesehatan anak-anak mereka.(*)