KANDANGAN, BPOST - Konsentrasi keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) kini menjadi salah satu pilihan siswa/siswi baru.
Tidak hanya tentang menjahit, tapi lebih dari itu. Konsentrasi keahlian DPB atau dulu dikenal Tata Busana di SMKN 1 Kandangan telah mencetak siswa berpengalaman dan hasil pakaian dengan berbagai desain menarik, bahkan menghasilkan rupiah.
Saat mengunjungi ruang praktik, para murid SMKN 1 Kandangan yang didominasi siswi, tengah sibuk menjahit dan mengoperasikan peralatan mesin jahit modern di bawah bimbingan guru. Mereka antusias dan telaten menggunakan peralatan untuk menjahit kain tersebut, Rabu (4/2).
Dikatakan Kepala Sekolah SMKN 1 Kandangan, H Nu'mannul Hakim, SAg, MPd jurusan DPB yang dibuka sejak 2019 lalu, kini memiliki 1 kelas setiap tingkatan.
Diakuinya selama ini di kalangan masyarakat, bahwa jurusan busana hanya identik dengan menjahit saja, padahal prospek kedepannya lebih dari itu.
“DPB ini sangat bagus, karena dapat mencetak desainer handal dan bisa berkembang secara luas. Tetapi kadang minat masyarakat yang kurang, sehingga menjadi tantangan bagi kami pihak sekolah berupaya ada ketertarikan bagi anak,” katanya.
Namun, ia bersyukur setiap tahun penerima peserta didik baru, jumlah siswa masuk jurusan DPB terus bertambah.
Sekolah juga telah melengkapi fasilitas pendukung atau tempat praktek dari mesin berstandar nasional, dari alat jahit modern berjumlah puluhan, alat obras, bordir, dan pressing.
Langkah kedepannya, diutarakan Kepsek, bahwa sebagaimana visi SMKN 1 Kandangan yakni, Terwujudnya lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, unggul, kompeten, terampil, kreatif serta menguasai teknologi informasi dan komunikasi.
Apalagi, dibukanya jurusan DPB menjadi potensi untuk menyiapkan kader membuka lapangan pekerjaan. Siswa lulusan sekolah memiliki keahlian serta kompetensi, akan mampu membuka usaha dan lapangan pekerjaan dari guru profesional di bidangnya.
“Setiap anak hendaknya, usai lulus sekolah dari sini berkompeten menyesuaikan jurusan masing-masing dan memiliki keterampilan, serta kreatif. Apalagi jurusan busana tidak hanya menghasilkan itu-itu saja, pasti ada perkembangan sehingga diajak kreativitas menghasilkan desain busana diminati pasar saat ini,” ungkapnya.
Kini konsentrasi keahlian DPB SMKN 1 Kandangan turut bekerja sama dengan berbagai pihak dari sekolah khusus dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) HSS. Murid turut diikutkan berbagai lomba dari fashion dan desain saringan yang berhasil meraih juara.
Ditambahkan, Guru Produktif DPB SMKN 1 Kandangan, Dinda Zhazha Sekar, bahwa tidak hanya siswi yang berprestasi, tetapi alumni sekolah mereka telah sampai membuka usaha sendiri.
“Contohnya saja, ada siswa yang membuka usaha membuat laung banjar. Dikerjakan sendiri, bahkan saat memiliki pesanan cukup tinggi dia datang ke sekolah untuk membuat dan menggunakan mesin yang ada. Kami pastinya tetap mendukung dan fasilitasi mereka yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Sementara, murid yang melaksanakan PraktIk Kerja Lapangan (PKL). Pihak sekolah SMKN 1 Kandangan menempatkan murid tidak hanya di Kandangan, tetapi menyasar wilayah Binuang, Kabupaten Tapin, Banjarbaru, Banjarmasin, bahkan sampai ke Yogyakarta. “Kita ada kerja sama di Yogyakarta di tiga tempat magang yang dapat bekerjasama untuk mengirim murid PKL,” ungkapnya. (Adiyat ikhsan)