BANJARMASINPOST.CO.ID - Bahas kondisi otak anak semata wayang, Acha Septriasa ungkit ucapan dokter 8 tahun silam.
Meski pernikahannya dengan Vicky Kharisma sudah kandas, namun aktris Acha Septriasa berupaya keras tetap memberikan kasih sayang dan waktu semaksimal mungkin untuk anak semata wayangnya.
Diketahui, dari pernikahan itu, Acha dan Vicky dikaruniai anak perempuan bernama Bridgia Kalina Kharisma.
Bridgia kini diketahui berusia 8 tahun dan bersekolah di Australia.
Baru-baru ini, Acha membagikan kisah lawas sekaligus mengenang masa saat hamil bertahun tahun silam.
Kisah itu diungkit setelah Acha dibuat bangga oleh Bridgia yang unjuk gigi dalam sebuah pameran lukisan di Jakarta.
Melihat bakat seni sang putri, Acha lantas mengungkit kisah semasa mengandung Bridgia.
Kala itu saat Acha menjalani pemeriksaan USG, sang dokter menyoroti bentuk otak janin yang ada di rahim Acha. Dokter menyebut bahwa otak Bridgia memiliki bentuk yang sangat simetris, menyerupai kupu-kupu.
"Dia itu dari aku masih USG dulu, masih zaman hamil, jadi aku dibilangin sama dokternya karena USG itu memperlihatkan otak kan," kata Acha Septriasa di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan dikutip dari Grid.id, Rabu (4/2/2026).
"Nah, otaknya itu dibilang bentuknya kayak kupu-kupu karena kanan kirinya tuh sama," lanjutnya.
Baca juga: Berujung Laporan ke Komnas PA, Kejadian saat Inara Rusli Datangi Rumah Virgoun Diungkap Kuasa Hukum
Mendengar penjelasan dokter bahwa keseimbangan otak kanan dan kiri itu menandakan keseimbangan bakat, Acha awalnya skeptis. Bintang film Heart ini bahkan sempat mengira sang dokter hanya mengarang cerita agar dirinya rajin kontrol ke klinik tersebut.
"Kata dokternya 'Ibu nanti punya anak yang otak kanan sama kirinya tuh seimbang banget'. Oh, saya pikir dulu dokternya ngibul," curhat Acha.
"Maksudnya saya pikir dulu dokternya ah bisa-bisa aja nih dokternya biar saya balik lagi kan gitu," tambahnya.
Namun, ucapan dokter tersebut kini menjadi kenyataan di tahun 2026 saat Bridgia beranjak besar. Bocah yang akrab disapa Brie itu ternyata memiliki kemampuan akademis yang mumpuni, sekaligus bakat seni yang kental.
"Eh, ternyata memang jadi kenyataan gitu, emang anak saya tuh ya Matematikanya jago, dia pelajarannya ya alhamdulillah gitu ya," ungkap Acha.
Tak hanya jago berhitung, Bridgia juga mewarisi darah seni dari kakek dan neneknya (orang tua Acha).
"Terus pada saat suruh nyeni kok dia juga jagonya tuh luar biasa gitu. Jadi makanya wah kok dia dapat dua-duanya," tandas mantan istri Vicky Kharisma tersebut.
Acha Septriasa dikenal sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia yang telah membintangi berbagai film dan sinetron populer. Tak hanya sukses berkarier, Acha juga kerap mencuri perhatian lewat pandangannya soal kehidupan keluarga dan perannya sebagai seorang ibu.
Ia mengaku tumbuh dengan bimbingan yang sangat terarah dari orang tua. Setiap keputusan seolah dituntun dari awal hingga akhir tanpa banyak ruang eksplorasi.
“Saya tumbuh dengan arahan dari A sampai Z,” ujar Acha Septriasa di kawasan Cipete dikutip dari Grid.id, Kamis (29/01/2026).
Acha menyadari pola asuh tersebut membuat dirinya cenderung bergantung pada orang lain. Dampaknya, ia mengaku mudah merasa frustrasi ketika menghadapi situasi tertentu.
Pengalaman itu menjadi refleksi penting bagi Acha saat kini berperan sebagai seorang ibu. Ia tidak ingin anaknya tumbuh dengan ketergantungan yang sama.
Menurut Acha, anak perlu diberi ruang untuk bersuara dan mencoba menyelesaikan persoalannya sendiri. Dari situ, anak bisa belajar mengambil keputusan dan memahami konsekuensinya.
“Anak perlu belajar mengukur langkahnya sendiri,” kata Acha.
Dalam keseharian, Acha tetap memberikan arahan, terutama dalam hal pertemanan dan relasi sosial. Namun, ia berusaha tidak memaksakan kehendak kepada anaknya.
Ia mengajarkan anak untuk tidak memaksakan diri dalam berteman jika memang tidak sejalan. Menurutnya, anak juga punya hak menentukan identitas dan lingkaran sosialnya sendiri.
Acha menegaskan bahwa orang tua tidak bisa mengontrol sepenuhnya pilihan anak. Ada batasan antara mendampingi dan mengatur hidup anak secara berlebihan.
“Anak yang tidak punya suara bisa menyimpan luka yang dalam,” ujar Acha.
Ia membandingkan kondisi anak dalam film dengan anaknya di dunia nyata. Acha bersyukur anaknya tumbuh dalam lingkungan yang lebih terbuka secara komunikasi.
Baginya, komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun hubungan orang tua dan anak. Tanpa komunikasi yang sehat, luka emosional bisa terbawa hingga dewasa.
Acha berharap pengalamannya bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua lain. Ia menekankan bahwa mendidik anak bukan soal mengontrol, melainkan mendampingi.
Kini, Acha memilih menjalani peran sebagai ibu dengan lebih sadar dan reflektif. Ia ingin anaknya tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, berani bersuara, dan kuat secara emosional.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)