Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Emas masih menjadi primadona untuk investasi, karena dianggap sebagai aset yang paling aman.
Namun, di tangan pasangan Andri Prasetiyo (40) dan Sandra Nusantara (36), emas bisa menjadi suvenir. Pasangan ini memulai bisnis jual beli emas tiga tahun lalu.
Sandra Nusantara mengatakan Orchid Gold dimulai dengan mini gold, dengan pecahan gramasi kecil, mulai dari 0,025 hingga 1 gram. Kala itu, mini gold memang tengah menjadi tren.
Namun kemudian terjadi pergeseran tren ke antam. Tak mau ketinggalan, ia pun mengikuti tren tersebut.
“Jadi awalnya memang jualan biasa. Kita menyasar emas yang kecil, yang mini gold. Dalam artian orang Rp 50 ribu aja udah bisa beli emas nih,” katanya, Rabu (4/2/2026).
“Dalam 1 atau 2 tahun terakhir terjadi pergeseran dari mini gold ke Antam. Kalau antam itu kan pecahan gramasi minimal 0,5 gram. Kalau mini gold lebih kecil. Sekarang orang lebih banyak yang nyari ke Antam, kan lebih stabil dan BUMN juga. Jadi orang lebih percaya,” sambungnya.
Pergeseran tren itu nyata, kini masyarakat lebih memilih Antam, khususnya 1 gram, 2 gram, dan 5 gram. Sementara mini gold di Orchid Gold kini hampir tidak pernah laku.
Kemudian pasangan ini mencoba membuat hampers emas. Hampers ini kemudian diunggah ke akun media sosial mereka. Rupanya hampers emas ini disambut baik oleh konsumen.
Ada konsumen yang memberikan hampers untuk pernikahan, kelahiran bayi, purna tugas, perpisahan guru, dan lain-lain.
Warga Ngangkrik, Triharjo, Sleman itu menerangkan permintaan untuk hampers fluktuatif. Rata-rata ia menerima 5 hingga 10 pesanan setiap bulannya.
Untuk harga, ia mematok mulai dari Rp 60-120 ribu, tergantung model dan bahan hampers.
“Jadi nanti harganya digabung, antara hampers dan emasnya. Misalnya harga hampersnya Rp 100 ribu, lalu emasnya Rp 3 juta, maka total jadi Rp 3,1 juta. Jadi harga hampersnya sendiri, emasnya sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Andri Prasetiyo menambahkan emas masih menjadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi saat ini emas juga menjadi incaran investasi generasi milenial.
Di sisi lain, harga emas cenderung stabil bahkan relatif naik.
“Walaupun harganya tinggi, tapi tetap ada yang beli. Emas itu harganya naik terus. Beberapa waktu lalu sempat turun dua kali, tetapi penurunannya lebih rendah daripada kenaikannya. Jadi ya tetap untung, meskipun harganya sempat turun,” imbuhnya. (maw)