Dimakamkan Berdampingan, Eyang Meri Rupanya Rutin Ziarah di Tanggal 14 ke Makam Jenderal Hoegeng
February 04, 2026 11:01 PM

Laporan Wartawan TribubnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAJURHALANG - Meriyati Hoegeng yang merupakan istri dari eks Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso dimakamkan di Taman Pemakaman Giri Tama.

Tempat peristirahatannya itu berada di wilayah Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Wanita yang meninggal dunia di usia 100 tahun itu dikebumikan pada Rabu (4/2/2026) di sebelah makam sang suami yang wafat pada 14 Juli 2004.

Makamnya berdampingan dalam satu kavling di Blok Taman Dahlia yang dilengkapi oleh bangunan berupa gazebo.

Tempat peristirahatan terakhir dari Jenderal Hoegeng sendiri telah dilengkapi oleh batu nisan berlambang Polri sebagai penanda.

Sementara itu, makam istrinya saat ini dipenuhi bunga dan belum dilengkapi batu nisan permanen.

Kisah keduanya pun sangat romantis bak Romeo dan Juliet, sejak hidup hingga meninggal dunia tetap berdampingan.

Pasalnya, di balik kesuksekan Hoegeng Iman Santoso menjadi anggota hingga pimpinan tertinggi Polri tak terlepas dari sosok Eyang Meri yang mendampinginya.

Menurut perawat makam, Nani mengatakan bahwa tempat tersebut memang sudah dipersiapkan untuk keluarga Hoegeng.

Hal itu diketahuinya ketika bertemu dengan Hoegeng Iman Santoso sekitar tahun 1980-an sebelum tutup usia.

"Eyang (Hoegeng) pengen dimakamkan di situ, nyiapin kavling, pengen sekeluarga di situ bilangnya," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Rabu (4/2/2026).

Di samping itu, wanita paruh baya itupun mengaku kaget sekaligus bersedih ketika mendapat kabar bahwa Eyang Meri telah berpulang kepada Sang Pencipta.

Ia menilai, Eyang Meri merupakan sosok yang sangat baik dan kenal dekat dengannya karena cukup sering berziarah semasa hidupnya ke makam sang suami.


Ia mengatakan, Eyang Meri selalu berziarah ke makam setiap tanggal 14 yang merupakan tanggal kelahiran sekaligus tanggal wafatnya Jenderal yang dikenal berintegritas tersebut.


"Kalau dateng kan sebulan sekali, setiap tanggal 14 dateng ke makam Eyang Hoegeng, pokonya setiap tanggal 14 dateng sebulan sekali," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.