BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pendidikan terus berupaya menekan angka putus sekolah. Sejumlah langkah strategis telah disusun, salah satunya melalui pengadaan bantuan peralatan sekolah bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Indrawadi mengatakan, bantuan tersebut telah dianggarkan dan akan disalurkan pada tahun ajaran baru mendatang.
"Nanti di tahun ajaran baru ya, bagaimana untuk pengadaan bantuan untuk tas, alat tulis, segala macam itu sudah kita siapkan," ujar Indrawadi, Rabu (4/2/2026).
Indrawadi menyampaikan, selain bantuan yang berasal dari pemerintah daerah, bantuan serupa juga telah dilokasikan oleh Kementerian Pendidikan dalam Program Indonesia Pintar (PIP).
"Dari pemerintah pusat ada Program Indonesia Pintar dengan Kartu Indonesia Pintar-nya. Nah ini pembiayaannya untuk beli baju, beli sepatu, beli buku, alat-alat tulis, itu sudah disiapkan semua," sebutnya.
Disisi lain ia menerangkan, terus melakukan monitoring terkait kebutuhan ketersediaan sekolah yang relevan dengan jarak tempat tinggal di masing-masing wilayah.
"Jadi jika emang untuk titik-titik tertentu kalau memang kita membutuhkan tambahan layanan untuk pendidikan menengah misalnya, ini akan langsung kita koordinasikan. Itu supaya tidak ada lagi warga Bangka Tengah yang putus sekolah," sebutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Indrawadi menyampaikan, hal itu harus dilakukan karena pada saat ini rata-rata lama sekolah di wilayah Negeri Selawang Segantang termasuk dalam kategori rendah.
Menurutnya, dari data yang dimiliki jajarannya diketahui jika banyak masyarakat Kabupaten Bangka Tengah yang bersekolah sampai dengan janjang SMP.
"Angka rata-rata lama sekolah kita ini masih sangat rendah. Jangankan mau 12 tahun, Kita baru 7 koma sekian rata-rata masyarakat. Artinya masyarakat Bangka Tengah yang usianya di atas 21 tahun itu kebanyakan baru berpendidikan di kelas 2 SMP," ujar Indrawadi, Selasa (3/2/2026).
Dirinya menerangkan, untuk menjawab tantangan inu pihaknya juga bakal melibatkan berbagai pihak agar muncul kesadaran dari masyarakat, terkait pentingnya menyelesaikan pendidikan hingga SMA.
"Nah, inilah tantangan buat kita semua, jari memang ini bukan hanya tugas di Dinas Pendidikan saja," terangnya. (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)