BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak 2019 konsentrasi keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kandangan HSS dibuka, masih minim peminat.
Tahun ke tahun, DPB semakin diminati dan banyak menerima siswa/siswi baru.
Seperti diutarakan, Guru Produktif DPB SMKN 1 Kandangan, Dinda Zhazha Sekar bahwa, kemungkinan jurusan baru ini, masyarakat minim mendapatkan informasi dan tidak terlalu familiar.
Padahal menurutnya, peluang konsentrasi keahlian DPB sangat besar bagi siswa/siswi untuk bekerja dan membuka wirausaha secara mandiri menjadi desainer muda. Sementara, rata-rata murid yang masuk di DPB masih didominasi perempuan dan sedikit laki-laki.
Dipaparkan Dinda, murid yang masuk di jurusan konsentrasi keahlian DPB dari Kelas X akan dikenalkan pengoperasian mesin, karena banyak jenisnya.
“Syukurnya fasilitas di SMKN 1 Kandangan ini telah lengkap dan berstandar nasional tidak menggunakan mesin lama, otomatis anak-anak harus bisa mengoperasikan dari mesin jahit, obras, bordir, sampai pressing,” katanya.
Sementara basic produk dimulai menjahit celemek, kemudian membuat pakaian daster sebagai tahapan awal.
Memasukan tahapan kedua, murid mulai membuat celana, blus (blouse), dan menuju persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) diharuskan bisa membuat gaun pesta.
“Setelah selesai PKL dan magang akan melanjutkan pembuatan kebaya, kamisol dan diakhir biasanya mulai persiapan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK),” rincinya.
Murid yang melaksanakan PKL akan dibantu atau difasilitasi oleh pihak sekolah dan guru konsentrasi keahlian DPB menyesuaikan tempat tujuan mereka.
Menurutnya tidak ada kesulitan atau kendala dialami oleh para murid di DPB, mengingat mereka yang telah sering praktek menjahit. Begitu pula saat UKK, hampir 99 persen lulus dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Lulusan DPB ada beberapa yang membuka wirausaha sendiri, meski tidak banyak. Namun, sebagian ada yang menetap kerja sama usai lulus,” ungkapnya.
Hasil desainer SMKN 1 Kandangan telah bekerjasama dengan Dekranasda HSS, bahkan ada pula murid yang menyewakan gaun pengantin yang ditempatkan di penyedia jasa pernikahan.
Dirinya juga berharap Pemerintah daerah memberikan kesempatan dan membuka peluang bagi desainer muda di HSS ini. (adiyat ikhsan)